Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pegadaian CPP Kediri Batasi Penjualan Emas Batangan

D
Penulis: Diana Yunita Sari❯

TERUS MELESAT: Emas logam mulia.
TERUS MELESAT: Emas logam mulia.
KEDIRI , JP Radar Kediri– Penjualan emas batangan dan perhiasan di Pegadaian Customer Point Point (CPP) Kediri, mengalami kenaikan yang signifikan. Melonjaknya harga emas di kantor yang berlokasi di Jalan Pattimura, Kota Kediri itu terjadi sejak awal tahun ini.


Advertisement

Tingginya permintaan ini terasa di gerai Galeri 24, di mana ketersediaan emas batangan hampir selalu habis setiap harinya. Situasi itu membuat Galeri 24 harus menerapkan tindakan pembelian emas batangan harian. Yakni dengan menyesuaikan penjualan dengan stok.

Menurut Anggun Ariwidya, Manager Distro Galeri 24 Kediri, kebijakan pembelian ini telah berlaku sejak Oktober lalu. Pembatasan diterapkan karena adanya pemanggilan pembeli emas setiap harinya. Sehingga perlunya penyesuaian stok emas batangan.

Advertisement

“Pembelian dibatasi, satu orang maksimal beli dua keping.Misalnya 5 gram dan 1 gram, atau lainnya,” jelasnya.

Anggun menambahkan bahwa masing-masing unit memang menerapkan kebijakan tersendiri. Pembatasan ini dilakukan agar semua calon pembeli emas dapat berpartisipasi.

Advertisement

Emas yang dijual di gerai Galeri 24 Pegadaian meliputi emas batangan dengan merek populer seperti Antam, UBS, dan Galeri 24 sendiri. Selain itu, tersedia pula perhiasan emas dengan berbagai kadar, mulai dari 8 hingga 24 karat. 

Anggun juga menyarankan jika emas batangan habis, nasabah bisa beralih ke emas perhiasan. Hal ini penting karena nilai buyback (harga jual kembali) perhiasan emas di Galeri 24 saat ini setara dengan emas batangan.

“Kami memberi batang edukasi ke jika nasabah harga emasan dan perhiasan itu sama-sama menguntungkan untuk berinvestasi,” jelasnya.

Tren kenaikan ini tidak hanya terjadi pada pembelian. Yuli Kurniawan Syahputra, Marketing Officer Pegadaian, mengatakan jumlah nasabah yang melakukan gadai emas juga meningkat tajam. 

Tercatat, dari Juli hingga Oktober tahun ini, terdapat sekitar 4.000 hingga 5.000 nasabah baru, baik yang melakukan gadai maupun pembelian emas.

“Gadai emas mengalami kenaikan signifikan.kebanyakan yang digadai itu emas, baik emas perhiasan maupun emas batangan,” pungkas Putra.

Pengamat Ekonomi sebut Indikasi Kekhawatiran Publik.

Kenaikan harga emas ini tidak lepas dari pengaruh faktor global dan domestik. Pengamat Ekonomi Subagyo menjelaskan, salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah geopolitik. “Ada kebijakan suku bunga yang belum benar-benar longgar dan kondisi ekonomi yang tidak stabil,” jelas Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Subagyo mengamati, meskipun daya beli masyarakat menurun, permintaan emas justru meningkat karena adanya pergeseran cara pandang aset. Di tengah perekonomian, emas sebagai "passive haven aset," atau aset yang aman dari pengaruh inflasi.

“Saat masyarakat merasa nilai rupiah menurun terhadap dolar Amerika, investasi ke sektor lain tidak stabil, pasar saham juga menurun, properti harganya anjlok, deposito bunganya sangat rendah. Maka emas dianggap bagus untuk berjaga-jaga dalam jangka panjang,” ucapnya.

Menurut Subagyo, masyarakat mengalihkan sebagian tabungannya ke emas sebagai aset yang dinilai lebih aman, bukan sebagai konsumsi. Emas memiliki keunggulan karena tidak tergerus inflasi secara langsung dan mudah diperjualbelikan sewaktu-waktu membutuhkan dana cepat. Nilai Rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika juga menjadi faktor kuatnya kenaikan harga karena penjualan emas dalam dolar.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat kesenjangan perilaku ekonomi yang muncul akibat harga emas yang tinggi ini. Yaitu, Kalangan menengah ke atas membeli emas untuk melindungi nilai asetnya agar tidak turun. Sementara, kalangan menengah ke bawah justru membeli emas, baik perhiasan atau kepingan 1 atau 5 gram bukan untuk jangka panjang, melainkan sebagai strategi agar nilai uangnya tidak tergerus jika disimpan di bank dengan bunga sangat rendah.

"Ada ironi di balik meningkatnya harga emas. Yang punya uang mampu membeli emas untuk melindungi aset, sementara di kalangan bawah, banyak yang justru menjual emasnya (asetnya, Red) untuk memenuhi kebutuhan harian," tutupnya.

Subagyo menyebut, secara psikologi ekonomi, permintaan emas yang melambung ini mencerminkan tingginya kekhawatiran atau ketidakpercayaan masyarakat terhadapstabilitas ekonomi.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolres Kediri Turun ke Jalan dalam Operasi Patuh Semeru! Utamakan Edukasi bagi Pengendara

Kapolres Kediri Turun ke Jalan dalam Operasi Patuh Semeru! Utamakan Edukasi bagi Pengendara

Kesadaran tertib berlalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah.

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

BKSDA memastikan kawasan konservasi di Kabupaten Kediri masih aman dari kebakaran. Kondisi flora dan fauna yang dilindungi di dalamnya juga terpantau aman.

PHRI Sebut Okupansi Hotel dan Restoran Kediri Aman di Tengah Lesunya Ekonomi

PHRI Sebut Okupansi Hotel dan Restoran Kediri Aman di Tengah Lesunya Ekonomi

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Kediri disebut masih cukup terjaga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer