Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Telur Ayam Meroket Tembus Rp 30 Ribu, Diduga Andil Program Makan Bergizi Gratis

M
Penjual telur ayam di Pasar Ngadiluwih Kediri.
Penjual telur ayam di Pasar Ngadiluwih Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga telur di pasaran kembali meroket. Harganya hampir menyentuh Rp 30 ribu. Salah satu penyebabnya adalah karena terserap program makan bergizi gratis (MBG).


Advertisement

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Drh Tutik Purwaningsih.

Dia mengatakan, bahwa saat ini memang harga telur terbilang tinggi. Pantauan DKPP, harganya sekitar Rp 28 ribu sampai Rp 29 ribu.

“Di beberapa paar harganya sekitar Rp 28-29 ribu. seperti di Pasar Kras, Pare, dan Gringging,” jelas Tutik ditemui di ruangannya kemarin.

Advertisement

Dia mengatakan, kenaikan harga itu diperkirakan beberapa hal. Salah satunya karena adanya penyerapan dari program Presiden Prabowo Subianto.

“Kebutuhan masyarakat cukup tinggi. Salah satunya penyerapan dari program MBG yang menyebabkan stok juga berkurang,” jelas Tutik.

Walau harga relatif tinggi, menurutnya masih aman. Asalkan belum menyentuh angka RP 31 ribu – Rp 32 ribu.

Advertisement

Walau demikian, pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan harga yang melambung. Seperti melakukan Gerakan pasar murah.

Dalam bulan ini setidaknya ditargetkan dilakukan seminggu tiga kali. Dan sudah dilaksanakan di enam titik. “Di GPM jualnya di harga Rp 17,5 ribu,” ucapnya.

Nina, salah satu Pedagang di Pasar Ngadiluwih membenarkan bahwa harga telur ayam relatif tinggi. Jika sebelumnya Rp 26 ribu, saat ini mencapai Rp 29 ribu. “Yang omega Rp 30 ribu,” jelas Nina.

Dengan adanya kenaikan harga, masyarakat jadi lebih memilih telur bents. Alias telur cangkang pecah.

Karena harganya yang relative lebih murah. Sekitar Rp 23 ribu. “Bentesnya sehari bisa habis 2 kuintal. Kalau normal di bawahnya itu,” jelasnya.

Serly Lestari, 45, warga Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih mengatakan lebih pilih telur bentes karena harganya lebih miring. “Memilih bentes karena untuk konsumsi sehari dan lebih murah,” terangnya.

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Dugaan Keracunan Massal Siswa SMPN 1 Dramaga usai Santap MBG, Menu Sate Picu Gejala

Dugaan Keracunan Massal Siswa SMPN 1 Dramaga usai Santap MBG, Menu Sate Picu Gejala

Ratusan siswa SMPN 1 Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami gejala keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyikapi insiden ini, Bupati Bogor

Tekan Anggaran, Kepala BGN Pilih Pakai CCTV Lama dengan bantuan Teknologi AI untuk Awasi Dapur MBG

Tekan Anggaran, Kepala BGN Pilih Pakai CCTV Lama dengan bantuan Teknologi AI untuk Awasi Dapur MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak ada rencana pembelian maupun pengadaan kamera pengawas baru secara besar-besaran untuk mengawasi operasional dapur Makan B

Viral Pengadaan Video Dokumenter BGN Rp1,37 Miliar, Begini Penjelasan dari Lembaga

Viral Pengadaan Video Dokumenter BGN Rp1,37 Miliar, Begini Penjelasan dari Lembaga

Belakangan ini publik dihebohkan dengan pengadaan paket pembuatan video dokumenter Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp1,37 miliar.Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer