Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Obituari Wali Kota Kediri Wijoto, Sosok Birokrat Disiplin dan Sederhana Itu Berpulang

Ayu Ismawati • Kamis, 27 Maret 2025 | 05:48 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Keluarga besar Pemerintah Kota Kediri berduka. Wali Kota Madya Kediri Periode 1989–1999 Wijoto tutup usia. Kepala daerah ke-12 itu berpulang di usia 86 tahun. Selama memimpin Kota Kediri, Wijoto dikenal sebagai sosok birokrat yang disiplin dan sederhana.

          Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mandung Sulaksono. Pria yang dahulu menjadi ajudan Wijoto itu menyebut almarhum sebagai orang yang teliti. “Paham aturan dan sangat hati-hati sebelum memutuskan sesuatu,” ungkapnya.

          Karakter itu pula yang membuat Mandung terkesan saat mendampingi Wijoto selama 10 tahun. Apalagi, bertepatan dengan penugasan Wijoto di Kota Kediri, saat itu pula awal Mandung bertugas di Pemkot Kediri.

          “Disposisi rinci sekali. Petunjuk-petunjuk melalui disposisi itu tertulis rinci. Bahkan aturan-aturan juga muncul di situ dan jadi pertimbangan. Ini luar biasa,” lanjut Mandung tentang pria yang sebelumnya bertugas sebagai salah satu kepala biro di Pemprov Jatim itu.

          Karakter Wijoto yang teliti dan disiplin itu juga menjadi inspirasi baginya. Dia mengenang kali terakhir bertemu mendiang Wijoto saat menghadiri pelantikan Wali Kota Kediri Samsul Ashar tahun 2014 silam. Dalam pertemuan di gedung DPRD Kota Kediri itu, dia sempat berbincang dengan mantan atasannya itu.

          “Saya tanya, ‘Pak bagaimana kabarnya? Sehat?’ Kalau manggil saya kan Mandung. Ndung, Ndung, gitu saja. Nggak melulu formal,” ujarnya sembari tertawa kecil.

          Kesan hampir serupa juga disampaikan Penyuluh Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Indah Prastawati. Selama memimpin Kota Kediri, dia mendampingi Wijoto dan istri sebagai pengurus rumah dinas. Kala itu dia masih ditugaskan di Bagian Umum Pemkot Kediri.

          “Orangnya itu disiplin, tapi nggak yang kejam. Tegas,” kenang perempuan yang akrab disapa Watik itu.

          Baginya, mendiang merupakan sosok priayi yang sederhana. Seperti priyayi lainnya, Wijoto dikenal akan kesantunannya yang melekat di benak Watik.

          “Seperti selamatan masih pakai adat-adat seperti itu. Kalau sudah begitu, masak sendiri di rumah dinas yang rewang banyak. Terus Bu Wijoto itu juga belanja sendiri sambil mengajak ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita ikut masak,” kenangnya.

          Karena kebiasaan itu, rumah dinas wali kota saat itu hampir selalu ramai. Termasuk saat mendiang kerap menggelar acara buka bersama di rumah dinas selama menjabat.

          “Terakhir ketemu juga sudah lama sekali. Sekitar tahun 2010. Waktu itu beliau ke sini ada acara komunitasnya Bu Wijoto. Pak Wijoto itu ngasih santunan ke yatim piatu di sini,” bebernya.

          Untuk diketahui, mendiang disemayamkan di rumah duka di Perumahan Penjaringan Sari, Surabaya. Sebelum dimakamkan, mendiang lebih dulu disalatkan di Masjid Asasul Amal Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya. Informasi yang diterima koran ini, mendiang Wijoto dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya, sekitar pukul 16.00 kemarin.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#meninggal dunia #wali kota kediri #obituari