
JP Radar Kediri – Perubahan status desil ekonomi yang dialami sebagian warga memicu keresahan, terutama karena berdampak langsung pada kelayakan menerima bantuan sosial (bansos).
Lebih dari 3 ribu kepala keluarga (KK) warga di Kabupaten Kediri mengajukan sanggah. Selain mengajukan pembaruan lewat desa, ada ribuan lain yang melakukan sanggah mandiri lewat dinas sosial (dinsos).
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, sebanyak 2.248 KK warga mengajukan sanggah lewat pemerintah desa (pemdes).
Selanjutnya, 1.109 KK lainnya mengajukan sanggah secara mandiri lewat Kanal dinas sosial. Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Kediri Noer Alfianti mengatakan, perbaikan data jadi salah satu upaya untuk mengatasi ketidaksesuaian desil kesejahteraan masyarakat.
Terutama saat peringkat desil dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi warga saat ini. “Angka tersebut merupakan pengajuan pada periode Oktober,” kata Noer.
Lebih jauh Noer menyebut, data kesejahteraan bisa berubah seiring pemutakhiran yang dilakukan berkala.
Desil menurutnya bisa berubah setiap triwulan. Tergantung hasil pengolahan data yang jadi dasar pengelompokan kesejahteraan.
Berikut adalah sejumlah kanal sanggah yang dapat dimanfaatkan masyarakat:
Kanal Cek DTSEN: Layanan verifikasi data yang disediakan khusus oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Aplikasi Cek Bansos & SIKS-NG: Sistem pengelolaan data terpadu yang juga dapat diakses melalui koordinasi petugas berwenang di tingkat kelurahan.



