JP Radar Kediri - Salah satu keunggulan Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo, ada pada keragaman Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digeluti warganya. Di antaranya adalah UMKM keripik tempe yang produknya sudah mejeng di berbagai pusat oleh-oleh hingga pasar modern.
Adalah Rowiyah, 55, warga Dusun Kejuron, Desa Plosorejo, yang sudah merintis usaha keripik tempe sejak 2019. Ide produknya yang diberi nama Keripik Tempe Kembar Jaya itu bermula dari sang suami, Jaenal, yang ingin mengembangkan usaha mandiri di rumah setelah pensiun.
“Setelah pensiun, beliau belajar macam-macam, mulai dari ternak kambing hingga lele. Yang paling cocok ternyata keripik tempe. Akhirnya kami belajar sendiri dan berkembang hingga sekarang,” ungkap Rowiyah.
Baca Juga: Keren! Tas Anyaman Plastik Warga Desa Brenggolo Plosoklaten Kediri Ini Tembus hingga Mancanegara
Bisnis rumahan itu tak luput dari fase uji coba (trial and error). Ia belajar secara mandiri hingga menemukan komposisi bumbu yang pas. Setelah mendapatkan respon positif dari banyak orang, ia baru merasa percaya diri untuk memasarkan produknya secara luas.
Berawal dari dititipkan ke warung-warung dalam kemasan kecil, bisnisnya tumbuh hingga menjangkau toko-toko besar. Dengan bantuan sang anak yang menawarkan produk saat berangkat kuliah, kini produknya telah tersedia di berbagai pusat perbelanjaan dan pusat oleh-oleh.
Dalam sehari, Rowiyah rata-rata mengolah 10 kg kedelai. Jumlah ini bisa meningkat hingga 12–13 kg saat tanggal merah atau momen Lebaran. Ia biasa membeli kedelai dalam keadaan setengah jadi atau sudah direbus.
Baca Juga: Warga Desa Kaliboto Tarokan Lestarikan Camilan Keripik Lamuk Emplek
“Setelah itu, kedelai diproses dengan bumbu dan tepung, lalu dikemas. Keesokan harinya baru dipotong-potong dan digoreng,” jelasnya.
Untuk menjaga mutu, proses produksi tidak dilakukan setiap hari. Pesanan baru dikerjakan saat mendekati tanggal pengiriman. Semua prosesnya pun dilakukan secara manual, mulai dari pemotongan hingga penirisan.
Kini, pemasaran keripik tempenya tidak hanya beredar di Kediri saja. Tetapi sudah merambah hingga luar pulau. Untuk satu bungkus keripik tempe ukuran 250 gram, Rowiyah membanderolnya dengan harga Rp 16.500.
Editor : Andhika Attar Anindita