Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inspirasi dari Warga Desa Kedungsari di Kecamatan Tarokan Kediri Sukses Budidaya Jamur, Raup Omzet Belasan Juta Rupiah Sebulan

Diana Yunita Sari • Selasa, 25 November 2025 | 00:36 WIB

SUKSES: Fitria menunjukkan hasil panen jamur tiram di rumahnya.
SUKSES: Fitria menunjukkan hasil panen jamur tiram di rumahnya.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Permintaan jamur di Desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan terbilang tinggi. Dalam sehari, pembudidaya bisa menjual 20 kilogram jamur. Mulai dari jamur kuping, jamur tiram, dan jamur barat.

Seperti yang dilakukan Fitria, bisa menjual sebanyak 10 kilogram jamur tiram, dan 5 kilogram untuk masing-masing jamur barat dan jamur kuping. Menariknya, omzet penjualannya bisa tembus belasan juta rupiah dalam sebulan.

Menurut perempuan 48 tahun itu, usaha budidaya jamur itu dimulai sejak pandemi Covid-19. Memanfaatkan lahan pekarangan seluas 3x4 meter, ibu dua anak itu mampu bertahan menjadi pembudidaya jamur, bakhan terus berkembang.

“Setiap hari banyak yang pesan. Lahannya kurang,” ujar Fitria yang sebelumnya menggeluti usaha keripik itu. Saat ini, dia masih berkutat dengan tanaman jamur tiram, jamur barat, dan jamur kuping.

Cara membudidaya jamur di rumah itu awalnya belajar dari pelatihan. Lalu coba-coba sendiri untuk media tanamnya dan dikembangkan dengan cara otodidak. Dalam proses budidaya jamur, Fitria pertama kali harus menyiapkan media tanam atau yang biasa disebut dengan baglog.

Baglog dibuat dengan campuran serbuk kayu/grajen, katul, dan jagung. Media tanam tersebut kemudian dioven selama 8 jam. Baru kemudian diberikan bibit untuk jamur tumbuh. Baglog dibungkus plastik-plastik berbentuk pipa, lalu kemudian dibiarkan selama satu bulan sebelum akhirnya dipindah ke kandang.

Kandang yang dipakai untuk membudidaya jamur memiliki kapasitas hingga 10 ribu baglog. “Setiap hari kami produksi hingga 300 baglog, panennya juga setiap hari sekitar jam 3 sore. Bisa dapat sampai 20 kg,” jelasnya.

Fitria mengatakan bahwa satu baglog dapat bertahan hingga 7-8 kali panen. Untuk harga jamurnya dipatok dengan harga yang beragam. Tergantung jenis jamurnya. Jamur tiram dibanderol dengan harga Rp 18 ribu per kilogram. Lalu jamur barat Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan jamur kuping hanya Rp 5 ribu per kilogram.

Jika dirata-rata setiap hari, jamur tiram panen 10 kilogram. Dan jamur barat dan jamur kuping 5 kilogram maka omzet penjualannya bisa tembus sebanyak Rp 12 juta perbulan. Dari penjualan itu dia mampu untuk menggaji dua orang pekerjanya.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#radar kediri #kabupaten kediri #kediri #budidaya jamur #kecamatan tarokan #desa kedungsari