Perjalanan Tiwi di dunia olahraga dimulai sejak 2018 dengan rutin nge-gym. Meski sempat terhenti akibat pandemi pada 2020, semangatnya justru bangkit lebih kuat. Pada 2022, tekadnya untuk menjadi seorang trainer datang saat seorang teman membuka studio pilates. Kala itu, menawarinya untuk bergabung.
"Saya memang sudah niat jadi trainer. Kebetulan saya sudah aktif di pilates sekarang tinggal sekolah cari sertifikat saja," kenang istri dari Indrawadudi ini.
Setelah menyelesaikan pendidikan sertifikat pelatih, kecintaan Tiwi pada pilates semakin mendalam. Ia jatuh hati pada filosofi olahraga ini yang menitikberatkan pada otot kecil, koordinasi, dan gerakan low impact.
"Gerakannya pelan, tapi benar-benar mengena. Hasilnya lebih toned dan menantang karena butuh fokus tinggi," ujarnya menjelaskan daya tarik pilates yang berbeda dari gym.
Bagi Tiwi, menjadi instruktur adalah ladang pengabdian, bukan sekadar cuan. "Karena terlanjur cinta, saya punya misi untuk mengedukasi masyarakat agar hidup sehat," tegas warga Kelurahan Kaliombo ini.
Misi itu diwujudkannya secara nyata melalui konten-konten edukatif di platform Instagram dan TikTok miliknya serta studio tempatnya mengajar. Tiwi aktif membuat konten yang menampilkan proses latihan (dengan izin klien) serta video-video informatif tentang manfaat pilates.
"Saya ingin menunjukkan bahwa pilates boleh dilakukan siapa saja," jelasnya. Upaya ini sekaligus menjadi senjatanya untuk mematahkan stigma yang masih melekat di kota-kota kecil seperti Kediri.
Salah satu stigma utama yang ingin dirombaknya adalah anggapan bahwa pilates olahraga feminin.
"Penemu pilates, Joseph Pilates, adalah seorang pria. Awalnya, pilates diciptakan untuk rehabilitasi cedera," jelas Tiwi. Ia menegaskan bahwa pilates bersifat universal dan sangat bermanfaat untuk semua kalangan, baik perempuan, laki-laki, muda, maupun lanjut usia.
Baca Juga: Kisah Dyna Wuni Permata Meniti Karir Jadi Master of Ceremony, Pernah Dibayar Nasi Kotak
Sebagai seorang ibu muda, Tiwi percaya bahwa edukasi gaya hidup sehat harus dimulai dari kesadaran individu. Melalui setiap gerakan yang diajarkan dan setiap konten yang dibagikan.
Ia berharap dapat menginspirasi lebih banyak warga Kediri untuk memulai langkah sehat, meninggalkan stigma, dan menemukan keseimbangan tubuh serta pikiran melalui pilates. Perjalanan Tiwi membuktikan bahwa passion yang ditekuni dengan niat tulus bisa menjadi cahaya yang mengedukasi dan menginspirasi komunitas di sekitarnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian