Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Lilik Sulistyowati, Direktur UT Malang yang Sukses Seimbangkan Profesionalitas dan Peran sebagai Ibu Rumah Tangga

Ayu Ismawati • Selasa, 18 Juni 2024 | 19:16 WIB
TANGGUH: Direktur UT Malang Lilik Sulistyowati saat mengisi podcast di kantor Jawa Pos Radar Kediri pada Sabtu (15/6) lalu.
TANGGUH: Direktur UT Malang Lilik Sulistyowati saat mengisi podcast di kantor Jawa Pos Radar Kediri pada Sabtu (15/6) lalu.

KEDIRI, JP Radar Kediri - “Dalam hidup ada dua pilihan. Bekerja menggunakan brain (otak, Red) atau power (tenaga, Red).” Ketika mengucapkan kalimat itu, suara Lilik Sulistyowati tegas. Nadanya juga meninggi. Menandakan betapa seriusnya wanita ini menempatkan pandangan hidupnya itu.

Orang nomor satu di Universitas Terbuka (UT) Malang ini tak berhenti sampai di situ. Dengan intonasi suara yang cepat dan tegas, perempuan ini melanjutkan. Menegaskan bahwa setiap orang akan memiliki makna dan pilihan hidup masing-masing. Namun, catatan besarnya adalah, pilihan itu harus disertai dengan tanggung jawab.

“Itu yang selalu saya tekankan di keluarga saya. Pada suami, pada anak-anak saya,” tegas wanita yang masih sangat enerjik di usianya yang sudah menginjak 65 tahun ini.

Prinsip itu yang juga dia terapkan untuk dirinya sejak kecil. Dia akan bertanggung jawab pada pilihan yang dia lakukan. Seperti ketika memutuskan untuk menikah ketika masih duduk di bangku kuliah.

“Saya bilang, saya mau menikah tapi dengan syarat jangan pernah melarang saya untuk kuliah. Sejak itu, merawat anak, bekerja, dan kuliah sama-sama jalan semua,” kenangnya.

Pola pikir itu pula yang ditanamkan kepada anak-anaknya. Dia tak membatasi mereka menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Asalkan bertanggung jawab dengan pilihannya sendiri.

“Kalau kamu mengambil jurusan kuliah, pilih apa yang kamu mau. Seperti anak saya yang pertama, dia maunya perhotelan. Padahal saya orang lingkungan dan suami orang teknik perkapalan. Katanya mau perhotelan karena enak kalau nginep di hotel,” ujarnya sembari tertawa.

Sebenarnya, Lilik juga harus menerima konsekuensi dari prinsipnya tersebut. Dia harus merelakan anak-anaknya hidup jauh dari dirinya. Sebab, tiga anaknya memilih berkuliah di luar negeri. Dua di Swiss dan si bungsu di Rusia.

“Yang penting jangan menyesali pilihan hidupmu. Kami diajari orang tua untuk bertanggung jawab dengan keputusan kita sendiri. Jadi jangan pernah menyalahkan orang tua atas keputusan kalian sendiri,” tandasnya, mengucapkan lagi pesan yang dia sampaikan ke anak-anaknya.

Memang, bukan sesuatu yang mudah. Namun, tetap harus dia terima. Karena itu pilihan sang anak dia pun hanya bisa merestui.

Lilik mengakui, hatinya sempat seperti teriris ketika si bungsu pamit berkuliah di Rusia. Apalagi, dia hanya bisa mengantarkan sang anak hingga bandara.

“Hati seperti tersayat. Namun, saya sudah dipesan oleh anak sulung saya, agar tidak menangis di depan anak bungsu saya,” kenang wanita yang pernah menjadi asisten staf khusus Presiden Joko Widodo bidang Papua ini.

Toh, Lilik tak sepenuhnya ‘melepas’ sang bungsu yang seorang gadis itu. Dia masih menyempatkan untuk bertitip pesan pada koleganya yang bertugas di Rusia. Agar bisa membantu keperluan sang anak. Meskipun, itu dilakukan dengan diam-diam.

Beratnya perjuangan sang anak di Negeri Beruang Merah itu dia ketahui ketika Lilik punya kesempatan ke Rusia dalam urusan dinas. Dia pun menyempatkan melihat tempat tinggal sang putri. Dia pun mengelus dada karena melihat betapa minimalisnya fasilitas tempat tinggal itu.

“Bahkan mirip barak militer. Tapi, itu tetap dia jalani karena sudah  menjadi pilihannya,” ucapnya.

Bagi wanita kelahiran Trenggalek ini, pendidikan merupakan aspek penting dalam kehidupannya. Hingga mencapai posisinya saat ini sebagai Direktur Universitas Terbuka (UT) Malang. Semuanya tak lepas dari peran orang-orang di sekitarnya.

“Ayah saya dulu guru SMAN 3 Kota Kediri, guru seni. Lalu ibu saya guru SDN Semampir 1,” sambungnya.

Orang tua Lilik membesarkan enam orang anak dengan sederhana, tanpa bantuan asisten rumah tangga. Dia dan saudara-saudaranya dididik dengan prinsip saling membantu. Pekerjaan rumah tak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Melainkan ayah dan semua anggota keluarga lainnya.

“Kenapa saya bisa sampai seperti ini juga karena itu. Harus balance. Meskipun saya hari ini ada jadwal menguji, tapi pagi saya masak dulu untuk suami saya. Jadi fungsi sebagai ibu dan istri tetap saya jalankan,” katanya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.  

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Direktur UT #kuliah #profesionalitas #universitas terbuka malang