Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenalkan Inilah Atlet Muda Balap Sepeda Asal Kota Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 25 September 2023 | 17:17 WIB

 

BERPRESTASI: Arasy Ikhsaniah Bilqis berpose dengan medali dan sepeda andalannya. Dia menunjukkan konsistensi menjadi modal utama.
BERPRESTASI: Arasy Ikhsaniah Bilqis berpose dengan medali dan sepeda andalannya. Dia menunjukkan konsistensi menjadi modal utama.

Jatuh bangun sudah dilalui oleh gadis muda ini sebagai salah satu atlet cabang olahraga (cabor) sepeda balap andalan Kota Kediri. Di usianya yang masih muda, baru-baru ini ia menyumbang kemenangan bagi kota kelahirannya itu.

 

Arasy adalah salah satu contoh bagaimana anak muda seharusnya meluangkan waktunya untuk memupuk hal positif. Meski harus merelakan waktu bermain untuk latihan rutin, namun ia tidak menyesal. Sebab, rasa bangga saat impiannya tercapai meruntuhkan segala lelahnya.

Dua emas yang diraihnya turut mengantarkan Kota Kediri sebagai juara umum cabor balap sepeda di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-8 Jawa Timur yang digelar pada 9-16 September 2023 lalu. Tepatnya dalam kategori cross country eliminator (XCE) dan downhill (DH).

Untuk mendapat medali emas tersebut tentu tak mudah. Ada proses panjang yang harus dilalui oleh siswi SMPN 6 Kota Kediri itu. Bahkan, untuk bisa mencapai target maksimal dalam gelaran porprov, butuh waktu empat tahun baginya untuk mempersiapkan diri.

“Kemarin 2022 itu pernah ikut porprov juga. Tetapi cuma dapat perunggu. Terus target yang harus diraih ya tinggal porprov tahun ini. Karena kan terakhir (bagi Arasy, Red). Jadi harus dapat emas,” ujar gadis berusia 15 tahun itu.

Putri dari pasangan Indra Sofyan Hadi dan Nofita Sari itu pun harus berhadapan dengan latihan intens selama bertahun-tahun. Baginya, latihan fisik dan mental itu tentu melelahkan. Namun semuanya terbayarkan. Pengalaman dan prestasi yang dia dapatkan sebagai salah satu atlet muda kebanggaan Kota Tahu.

“Waktu mendekati porprov, latihannya cukup berat. Tapi dinikmati saja prosesnya. Bahkan sebelumnya pernah sampai muntah-muntah karena terlalu capek,” akunya.

Seperti saat dia berlatih untuk kategori XC atau cross country. Minimal, dia harus berlatih sepanjang 50 kilometer (km) di jalan yang menanjak. Atau, saat ia harus mengayuh sepeda sejauh 100 km untuk latihan kategori roadbike. Itu harus secara konsisten ia lakukan tiap akhir pekan. Belum lagi latihan fisik tambahan. Seperti gym yang juga harus dilaluinya tiap minggu sekali.

Sebagai gadis muda, tentu terkadang ia merasa iri dengan teman-temannya yang bisa punya banyak waktu luang untuk bermain. Atau, sekedar tidur siang setelah pulang sekolah. Sebagai atlet, itu harus rela dia kesampingkan guna bisa mengejar impiannya. Yakni, membanggakan kedua orang tua dan menjadi polisi wanita (polwan) di masa depan.

“Biasanya ketika Minggu kita latihan, terkadang ketemu teman di jalan. Mereka berangkat main, sedangkan kita berangkat latihan,” terang warga Kelurahan Pojok, Mojoroto tersebut.

Meski begitu, godaan itu bukan perkara besar baginya. Arasy tahu betul, untuk bisa mencapai sukses, perlu menerapkan rasa disiplin, mandiri, dan berani melawan arus utama dengan tidak mengikuti apa yang orang lain lakukan. Tiga sifat itu yang ia jadikan nilai pegangan dalam setiap proses yang ia lalui.

“Agar bisa tetap termotivasi, salah satunya juga harus punya target. Dengan begitu, kita bisa jalan terus,” imbuh gadis yang ingin melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Kediri itu.

Target itu lah yang memotivasinya untuk meningkatkan kapasitas diri. Salah satunya, tak putus asa saat belum mendapat juara serta terus membuka diri untuk berlatih di kategori lainnya.

Itu terbukti saat gelaran porprov kemarin, penggemar masakan olahan ayam ini mengaku mengikuti tiga kategori balap sepeda sekaligus. Di antaranya MTB XCE, MTB DH, serta roadbike team time trial. Baginya, ketiga kategori itu memiliki tingkat tantangan dan kesulitan yang beragam.

Downhill (yang paling menantang, Red). Karena bukan hanya jalurnya menurun, tetapi di sana juga ada rintangan-rintangan yang menantang seperti akar, batu, drop, dan banyak lainnya,” akunya.

Meski begitu, menurut gadis berambut ikal itu, segala tantangan tersebut tidaklah sulit. Berkat tekad dan impiannya yang kuat, rintangan itu bisa dilaluinya dengan mudah. (ayu isma/tar)

         

 

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah