Kata Lionel Messi soal Momen Ikonik Bersama Bayi Lamine Yamal: Benar-benar Gila!

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:14 WIB
Momen Lionel Messi mandikan bayi Lamine Yamal (Foto: x @unicef)
Momen Lionel Messi mandikan bayi Lamine Yamal (Foto: x @unicef)

JP Radar Kediri – Final Piala Dunia 2026 menjadi panggung teatrikal yang mempertemukan dua generasi sepak bola dalam sebuah skenario yang terasa mustahil: Lionel Messi berhadapan dengan Lamine Yamal.

Bagi pencinta sepak bola, pertemuan ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah momen yang mengingatkan dunia pada sebuah foto legendaris tahun 2007, di mana Messi yang saat itu berusia 20 tahun, dengan canggung memandikan seorang bayi berusia enam bulan di sebuah bak plastik. Bayi itu tak lain adalah Lamine Yamal.

Baca Juga: Fidelity Beri Sinyal, Harga Emas Berpotensi Kembali Bullish pada 2027

Dari Sesi Amal Menjadi Rival di Lapangan

Menjelang laga final yang akan digelar di Amerika Serikat tersebut, Messi mengaku masih sulit mempercayai alur takdir ini. 

Dalam konferensi pers, legenda NFL Tom Brady bahkan menyebut momen foto tersebut sebagai sesuatu yang sangat "profetik" atau seolah telah diramalkan oleh waktu.

"Foto itu luar biasa. Fakta bahwa sekarang kami sama-sama bermain di final Piala Dunia benar-benar gila," ujar Messi, pria yang kini berusia 39 tahun tersebut.

Messi, yang kini memikul tanggung jawab besar sebagai kapten tim Tango, mengakui kualitas Yamal yang kini mewarisi nomor punggung 10 di Barcelona—nomor yang dulu membesarkan namanya. Meski menaruh respek tinggi, Messi menegaskan tidak akan ada belas kasihan di atas lapangan.

"Dia pemain luar biasa dan sudah menjadi bintang dunia. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depannya, tetapi kali ini kami akan berusaha sekuat tenaga agar dia tidak menjadi juara," tegas Messi.

Baca Juga: Dibalik Sosok Rodri Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Sosok Unik Sarjana Bisnis

Kisah di Balik Foto Ikonik 2007

Foto tersebut bukanlah hasil rekayasa, melainkan bagian dari kalender amal tahunan hasil kerja sama UNICEF, Barcelona, dan media lokal Diario Sport. Saat itu, keluarga Yamal memenangkan undian untuk berfoto bersama pemain bintang Barca.

Fotografer Joan Monfort, sosok yang mengabadikan momen tersebut, mengenang betapa kikuknya sang megabintang kala itu. "Messi adalah pria yang cukup introvert dan pemalu.

Dia sempat bingung bagaimana cara menggendong bayi di dalam bak air,” kenang Monfort. Siapa sangka, momen canggung itu kini menjadi potret sejarah yang mengguncang dunia.

Pertarungan Generasi

Kini, hampir dua dekade berselang, posisi keduanya telah berubah drastis. Messi telah bertransformasi dari talenta muda menjanjikan menjadi legenda hidup yang telah meraih segalanya. Di sisi lain, Yamal (19) telah menjelma menjadi wajah baru sepak bola Spanyol yang penuh energi.

Laga final ini pun semakin menarik dengan atmosfer hangat di luar lapangan. Sang pelatih Argentina, Lionel Scaloni, terlihat berpelukan akrab dengan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, yang merupakan mentornya saat mengambil lisensi kepelatihan UEFA Pro.

Dengan kehadiran tokoh dunia seperti Tom Brady, Novak Djokovic, hingga Kevin Durant yang akan memadati tribun, final Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah dalam sejarah olahraga dunia.

Akankah "si bayi" Yamal mampu menaklukkan sang mentor dalam foto masa kecilnya, atau justru Messi yang akan menutup karier emasnya dengan mempersembahkan trofi sekali lagi? Dunia akan menjadi saksi

Editor : Shinta Nurma Ababil
juara piala dunia 2026 messi mandikan lamine yamal piala dunia 2026 Lionel Messi lamine yamal