Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sanggar Tari Prameswari di Desa Papar Kediri Ini Jadi Wadah Kreativitas dan Pelestarian Budaya

Diana Yunita Sari • Selasa, 2 September 2025 | 15:00 WIB

 

Sanggar Tari Prameswari beraksi di Taman Papar.
Sanggar Tari Prameswari beraksi di Taman Papar.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sanggar Prameswari menjadi pusat latihan tari tradisional bagi anak-anak di Desa/Kecamatan Papar. Sanggar ini terus berkembang di tengah pesatnya era modernisasi.

Didirikan pada tahun 2010, sanggar tari ini menjadi rumah bagi lebih dari 100 penari muda dari PAUD hingga SMA.

Awalnya sanggar tersebut bernama Aurora Dance yang rutin berlatih di Pendapa Desa Papar. Dari anggota yang awalnya 5 orang, lambat laun bertambah banyak. Sehingga pendapa desa tidak cukup untuk tempat berlatih.

“Karena semakin bertambah akhirnya difasilitasi untuk memakai gedung serbaguna Desa Papar,” ungkap Julia selaku anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa sekaligus pelatih tari Sanggar Prameswari.

Setelah anggota semakin banyak, nama Aurora Dance diubah menjadi Sanggar Prameswari. Ini atas saran dari Dinas Pariwisata agar sanggar lebih menonjolkan identitasnya.

“Karena kami lebih ke tari tradisional dari pariwisata minta untuk tidak memakai kata dance. Jadilah Sanggar Prameswari hingga kini,” ungkapnya.

Jenis tari yang diajarkan adalah tari Bedhaya Tirta Baswara. Yaitu tarian klasik Jawa Timur yang terdiri atas Tari Pasaran, Tari Pitik Walik, Tari Sapu Kerik, Tari Semut, Tari Upat, dan Tari Dugderan.

Selain itu, Sanggar Prameswari juga memiliki tarian khas ciptaan sendiri. Adalah tari Sang Jati yang menceritakan tentang sosok leluhur babad alas di Papar.

"Tarian ini khusus kami ciptakan untuk menceritakan babad atau sejarah Desa Papar," ungkap Julia.

Karena memiliki lebih dari 100 anggota, Julia membagi anggotanya ke dalam empat kelompok berdasarkan usia.

Kelompok A terdiri dari PAUD dan SD kelas 1. Kelompok B diisi murid SD kelas 2-4. Lalu, kelompok C berisi murid SD kelas 5-6. Terakhir, kelompok D yang merupakan siswa SMP ke atas.

Hal ini dilakukan agar materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penari.

Sebagai bentuk evaluasi dan unjuk kebolehan, pemdes rutin mengadakan pertunjukan di Taman Papar setiap tahun.

Tak hanya itu, mereka juga sering dipercaya untuk mengisi acara-acara penting. “Kami banyak mengisi acara seperti PHBN dan Festival UNP,” akunya.

Untuk menjangkau semakin banyak anggota, pendaftaran untuk anak wilayah Papar tidak dikenakan biaya.

Sedangkan untuk di luar Papar adalah Rp 25 ribu satu bulan dengan total 4 kali pertemuan. Latihan tari bagi semua anggota dilakukan rutin setiap hari Minggu. Mulai pukul 08.00 sampai 11.00 di gedung serba guna Desa Papar.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#papar #kediri #Sanggar tari #prameswari