Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Warga di Bedali Kediri, Abmas ITS Surabaya Dorong Inovasi Limbah Daun Nanas Jadi Tekstil Medis Berkualitas

Syaikhu Aliya Rahman • Senin, 22 September 2025 | 18:43 WIB
Tim Dosen Abmas ITS bersama sejumlah mahasiswa dan Kelompok Tani Mukti Desa Bedali berfoto bersama usai monitoring dan pelatihan Sabtu (20/9).
Tim Dosen Abmas ITS bersama sejumlah mahasiswa dan Kelompok Tani Mukti Desa Bedali berfoto bersama usai monitoring dan pelatihan Sabtu (20/9).

KEDIRI, JP Radar Kediri– Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Kemdiktisaintek 2025 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menghadirkan inovasi teknologi tepat guna (TTG) untuk masyarakat.

Program lanjutan ini digelar di Dusun Sumber Jati, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/9). Dengan fokus pemanfaatan limbah daun nanas menjadi serat meso sebagai bahan tekstil medis.

Ketua Tim Abmas ITS, Prof. Dr. Ir. Soeprijanto, M.Sc., yang juga dosen Departemen Teknik Kimia Industri Fakultas Vokasi ITS menjelaskan bahwa program ini mencakup tiga tahapan. Yakni sosialisasi, pelatihan teknik proses pembuatan, dan penguatan manajerial.

“Kami tidak hanya mengenalkan teknologi pengolahan limbah, tetapi juga menekankan pentingnya pengelolaan usaha berkelanjutan agar masyarakat bisa mandiri,” jelasnya.

Dalam penerapannya, limbah daun nanas diolah mulai dari tahap pengelolaan bahan baku hingga menghasilkan serat elementer. Serat tersebut kemudian diproses melalui metode bio-fishing untuk menjadi serat berukuran meso. Yang selanjutnya digunakan sebagai bahan baku produk non-woven untuk tekstil kesehatan.

Ketua Tim Dosen Abmas ITS Prof. Dr. Ir. Soeprijanto, M.Sc. (kanan) mengedukasi saat mahasiswa mempraktikan pengolahan mesin TTG serat limbah daun nanas.
Ketua Tim Dosen Abmas ITS Prof. Dr. Ir. Soeprijanto, M.Sc. (kanan) mengedukasi saat mahasiswa mempraktikan pengolahan mesin TTG serat limbah daun nanas.

Inovasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya Kelompok Tani Mukti Desa Bedali. Mereka menilai program ini sebagai terobosan pemanfaatan limbah yang biasanya terbuang percuma. Kini bisa memiliki nilai tambah secara sosial, ekonomi, sekaligus ramah lingkungan.

“Limbah daun nanas yang selama ini tidak dimanfaatkan, kini bisa diolah menjadi serat bernilai tinggi. Ini membuka peluang lapangan kerja baru berbasis kearifan lokal,” imbuhnya.

Baca Juga: Tim Pengabdian UNP Kediri Modernisasi Produksi UMKM Omah Jenang Pare Kediri
Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga berdampak pada kelestarian lingkungan. Dengan pengolahan limbah secara berkelanjutan, kawasan sekitar kaki Gunung Kelud tetap terjaga keasriannya.

“Harapannya, inovasi ini menjadi pintu masuk bagi pengembangan jaringan usaha yang lebih luas. Sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tutup Prof. Soeprijanto.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#TTG #Daun nanas #abmas its #limbah #progam