
JP Radar Kediri – Olahraga voli di Kota Kediri serasa hidup lagi. Pasalnya, kepengurusan dalam organisasi mulai ditata kembali.
Langkah awal itu dilakukan dengan mengadakan musyawarah kota (muskot) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Kediri yang dilangsungkan Selasa (23/6).
Pembentukan kepengurusan baru ini pun menjadi kabar gembira bagi insan voli di Kota Kediri. Sebab, selama ini, klub di Kota Kediri harus mengurus izin hingga ke Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Jawa Timur bila ingin mengikuti ajang kejuaraan.
Hal ini terpaksa dilakukan imbas pengurusan PBVSI Kota Kediri yang vakum.
“Atlet bila ingin keluar untuk mengejar prestasinya itu tidak ada jembatannya. Jadi kami minta ijinnya ke Polda bukan dari Kota Kediri. Alhamdulillah-nya ke Polda itu bisa,” ujar Welly Bagus Priyandana, pelatih klub voli Joyoboyo.
Dia menyebut, Kota Kediri saat ini memiliki tujuh klub voli. Selama PBVSI Kota Kediri vakum, klub-klub tersebut pun membuat paguyuban.
Keberadaan paguyuban ini sendiri sebagai upaya untuk membina atlet-atlet di Kota Kediri. Sehingga, kemampuan atlet tidak tertinggal dari daerah-daerah lain.
“Kami buat event voli antar klub se-Kota Kediri dengan batasan usia,” jelasnya menyebut output dari keberadaan paguyuban tersebut.
Karenanya, Welly menyambut baik atas Muskot PBVSI Kota Kediri. Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk kembali mengangkat prestasi voli di Kota Tahu. Di samping itu, klub juga semakin dimudahkan bila ingin mengikuti ajang seperti kejuaraan provinsi (kejurprov).
“Dengan adanya muskot ini harapannya ada pengurusan yang legal sehingga ketika ada kegiatan voli pengurusannya bisa ke pengkot (pengurus kota), nggak sampai minta ke Polda. Selain itu, dana cabor juga bisa turun ke klub-klub,” jelasnya.



