KEDIRI, JP Radar Kediri –Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) melalui tim program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Program kali ini berfokus pada edukasi pentingnya menjaga kualitas susu serta edukasi mendalam mengenai dampak pemalsuan susu terhadap kualitas dan kesehatan konsumen pada Sabtu (21/6/2025)
Pengmas ini dilaksanakan di salah satu peternakan sapi perah di Desa Medowo.
Melibatkan secara langsung para peternak serta masyarakat umum yang andil dalam produksi dan konsumsi susu. Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa itu membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang tips mengelola susu dengan baik dan berstandar.
Ketua Pengmas Mandiri FKH Unair dr Dr. Eka Pramyrtha Hestianah, drh.M.Kes menjelaskan, sejumlah materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting.
Seperti sanitasi dan higienitas dalam proses pemerahan hingga penanganan pascapanen susu untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas.
Metode sederhana untuk mengidentifikasi kualitas susu secara mandiri, seperti uji warna, bau dan rasa. Serta uji cepat lainnya yang dapat dilakukan di tingkat peternak.
Materi lain yang menjadi pembahasan adalah dampak serius pemalsuan susu. Baik terhadap nutrisi dan kualitas produk maupun terhadap kesehatan konsumen.
Tim menjelaskan berbagai modus pemalsuan yang sering terjadi. Seperti penambahan air, tepung, atau bahkan bahan kimia berbahaya.
Serta risiko penyakit yang dapat ditimbulkan akibat mengonsumsi susu palsu.
“Kami juga jelaskan tips penyimpanan dan transportasi susu untuk mempertahankan kesegarannya hingga sampai ke tangan konsumen,” ungkapnya.
Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman edukasi yang aplikatif dan mudah dipahami masyarakat. Sehingga peternak dan konsumen bisa lebih paham ciri-ciri susu yang berkualitas.
Mengetahui bahaya susu palsu dan cara deteksi sederhana yang bisa dilakukan di rumah atau di kandang.
Kegiatan dihadiri juga oleh stakeholder desa seperti mantri desa dan ketua KUD setempat.
Pemahaman ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas susu lokal agar nilai jualnya tinggi dan diterima di banyak perusahaan susu terkemuka.
“Susu merupakan salah satu sumber protein hewani penting. Oleh karena itu, memastikan kualitasnya dari hulu ke hilir adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Eka.
Editor : Anwar Bahar Basalamah