KEDIRI, JP Radar Kediri- Dukungan terhadap Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa terus berdatangan. Salah satunya dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar. Begitu juga dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badrul Falah, Ploso, Kabupaten Kediri Nyai Lailatul Badriyah.
Dukungan juga diberikan oleh KH Jauhar Nehru dari Kencong, Kepung, KH Said Ridlwan dari Semen, KH Ali Imron dari Kras, KH Nurul Huda Ahmad dari Ngadiluwih, Gus Djalal dari Wates, Gus Abdul Hadi dari Dlopo serta puluhan ulama lain. “Untuk Kabupaten Kediri yang lebih baik,” kata Gus Kautsar.
Menurut Gus Kautsar, pemerintah merupakan komponen yang harus bersinergi dengan pondok pesantren. Dia pun berharap kedekatan antara ulama dan umaro dapat membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan santri di Kabupaten Kediri.
Secara Pribadi Gus Kautsar mengaku sosok yang mendukung Mas Dhito untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. Harapannya, program-program yang selama ini telah berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat bisa terus berlanjut.
Hal senada juga disampaikan Nyai Bad. Program yang digagas dinilai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Terutama kalangan santri. “Sudah teruji merasakan dukungan (Dhito) kepada kita. Mas Dhito memiliki rasa (perhatian, red) dengan santri yang begitu banyaknya,” terang Nyai Bad.
Di periode pertama, Dhito memberikan program bantuan sosial, pelatihan keterampilan santri, hingga menyalurkan insentif bagi guru madin. Begitupun dengan pembangunan Jembatan Ngadi sebagai akses penghubung di sekitar Pondok Pesantren Al-Badrul Falah.
Tidak hanya Nyai Bad, dukungan secara kompak itu juga diberikan segenap nyai dan nawaning se-Kabupaten Kediri. Menanggapi dukungan para nyai dan nawaning, Dhito mengatakan dukungan itu merupakan suatu kehormatan baginya. Dengan dukungan itu, pihaknya juga mendapat amanah terkait program-program yang selama ini telah dijalankan supaya dilanjutkan. Seperti insentif guru keagaman yang sebelumnya telah disalurkan 8.700 penerima, pemerataan bantuan sosial, dan melatih kemandirian para santri.
“Itu yang paling mendasar. Kebutuhan untuk pondok pesantren,” tegas Dhito.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah