KEDIRI, JP Radar Kediri- KPU Kabupaten Kediri telah menetapkan dua pasangan calon kepala daerah (cakada) sebagai kontestan di Pemilihan Bupati (Pilbup) Kediri. Mereka adalah pasangan Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa lekat dengan slogan Ditoto. Dan pasangan Deny Widyanarko-Mudawamah yang mengangkat jargo Ngladeni.
Senin (23/9) malam, kedua pasangan itu ikut undian pengambilan nomor urut. Dhito dan pasangannya Dewi datang lebih awal mengenakan kemeja putih tiba sekitar pukul 18.50 WIB. Pasangan itu diantar tim pemenangan dan partai pengusung serta Eriani Annisa, Istri Dhito.
Jumlah mereka yang bisa masuk dibatasi. Panitia hanya memperbolehkan 50 orang saja. Sementara pendukung dan simpatisan lainnya berada di luar ruang pengambilan nomor urut.
Berikutnya adalah pasangan Deny Widyanarko dengan Mudawamah. Pasangan dengan jargon Ngladeni itu datang sekitar pukul 19.10 WIB. Deny-Mudawamah didampingi partai politik pendukung dan para simpatisan. Keduanya mengenakan pakaian putih dan atasan hijau. Deny juga didampingi sang istri, Ria Purbiati.
Baca Juga: Teriakan Proyek Alun-Alun yang Mangkrak Warnai Pengambilan Nomor Urut Paslon Wali Kota Kediri
Setelah kedua pasangan calon kepala daerah itu komplit, KPU langsung melakukan pengundian nomor urut sekitar pukul 19.30. Pengundian tersebut dilakukan dua tahap. Undian pertama dilakukan untuk mengambil nomor urut antrian. Yang kedua mengambil nomor urut pasangan calon kepala daerah.
Pengambilan nomor urut antrian diawali oleh cakada yang lebih awal mendaftarkan diri ke KPU. "Nomor terkecil (nomor antrian, Red) mendapatkan kesempatan terlebih dahulu mengambil nomor urut paslon," terang Nanang Qosim, Ketua KPU Kabupaten Kediri.
Yang mengambil pertama adalah Dewi. Berikutnya Mudawamah. Dalam kesempatan itu, Dewi mendapatkan nomor antrian satu. Sementara Mudawamah dapat nomor antrian tujuh.
Karena dapat giliran pertama, Dhito lalu mengambil gulungan nomor paslon lebih awal. Berikutnya giliran Deny. Setelah kedua pasangan itu mendapat gulungan, berikutnya dibuka serentak.
Hasilnya, Deny mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan Dhito menerima nomor urut 2. Deny-Mudawamah menyambut baik atas nomor yang diperolehnya. Menurutnya nomor satu memiliki makna yang mendalam.
"Alhamdulillah pada malam hari ini kami mendapatkan nomor satu. Ini merupakan sinyal yang baik bagi kami, dimana nomor satu ini dimaknai dengan bersatu kita akan memenangkan kontestasi pilkada. Mari satukan langkah, satukan niat. Satukan dalam perubahan menjadi Kabupaten Kediri yang maju kuat dan hebat," terangnya.
Dia berharap, pilkada ini nantinya bisa mewujudkan kontestasi yang sehat. Termasuk netralitas penyelenggara.
Sementara itu, Dhito-Dewi yang mendapat nomor urut dua juga menyambut baik nomor tersebut. Bagi pasangan petahana itu, berapapun nomor yang didapatkan tidak ada masalah.
Dhito memaknai nomor dua dengan sederhana. Yakni memiliki arti dua periode. Yang berarti Dhito-Dewi bisa kembali melanjutkan kepemimpinan di periode berikutnya.
"Alhamdulillah hari ini dapat nomor dua, artinya dua periode," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Dhito juga mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi. Agar tetap bersama-sama, saling menghormati walaupun pilihannya berbeda. "Saya mengajak seluruh masyarakat Kediri, jangan sampai terpolarisasi, jangan terkotak-kotak," pintanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah