Rela Datang Dua Jam Lebih Awal demi Dapatkan Bantuan Langsung Tunai di Pemkot Kediri

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00 WIB
SAPA WARGA: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyapa anak-anak yang ikut orang tuanya mencairkan BLT DBHCHT di Pendapa Kecamatan Pesantren, kemarin. Total ada sekitar 4 ribu warga yang menerima bantuan secara bertahap. (Wahyu Adji/JPRK)
SAPA WARGA: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyapa anak-anak yang ikut orang tuanya mencairkan BLT DBHCHT di Pendapa Kecamatan Pesantren, kemarin. Total ada sekitar 4 ribu warga yang menerima bantuan secara bertahap. (Wahyu Adji/JPRK)

 

 

KEDIRI, JP Radar Kediri–Penantian ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mendapat bantuan langsung tunai (BLT) terbayar kemarin. Demi mendapat bantuan berupa uang tunai itu, ada yang rela datang dua jam lebih awal.

“Baru pertama kali mendapatkan. Sebelumnya belum pernah menerima (bantuan, Red) sama sekali,” ujar Wagini, 71, ditemui di halaman kantor Kecamatan Pesantren kemarin.

Meski tergolong keluarga kurang mampu, Wagini memang belum pernah mendapat bantuan. Baik berupa beras, minyak, dan bantuan lainnya. Tinggal di rumah kecil bersama anak, menantu, dan cucunya, sehari-hari Wagini hanya makan seadanya.

Baca Juga: Warga Kota Kediri Terima BLT Hingga Rp1 Juta, Cek Kategori Penerimanya!

          Karenanya, begitu dia mendapat bantuan senilai Rp 1 juta dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) Pemkot Kediri, Wagini senang bukan kepalang. “Nanti (bantuan uang, Red) untuk beli makan. Juga memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lanjut perempuan yang menerima bantuan dari Wali Kota Vinanda Prameswati itu.

          Bantuan baru didapatkan sekitar pukul 09.30. Namun, Wagini sudah datang di halaman kantor Kecamatan Pesantren sejak pukul 07.00. “Tadi datang lebih awal tapi sampai sini sudah ramai. Banyak yang sudah mengantre,” tuturnya.

          Tak hanya Wagini, Nur Syamsiah, 40, warga Kelurahan Bangsal, Pesantren lainnya juga senang karena mendapat bantuan uang tunai. “Uangnya akan digunakan untuk biaya pendidikan anak dan kebutuhan sehari-hari,” terang Nur yang mendapat bantuan untuk kali kedua itu.

Baca Juga: Ribuan Warga Ketiban Rezeki Nomplok Dari BLT, Ini Nominalnya yang Wajib Kamu Ketahui!

          Untuk diketahui, selain untuk lansia dan fakir miskin, BLT dari DBHCHT itu juga diberikan kepada beberapa kelompok lainnya. Yakni, penyandang disabilitas berat, anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan anak yatim. Total ada sekitar dua ribu penerima bantuan yang disalurkan mulai kemarin.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, penyaluran BLT kemarin dilakukan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. “Sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan,” ujar Vinanda.

Bantuan akan menyasar sekitar empat ribu penerima. Sebanyak 2.700 di antaranya kategori fakir miskin, 533 lanjut usia (lansia). Kemudian, 60 penyandang disabilitas berat, 10 anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta sekitar 1.400 anak yatim.

Baca Juga: BLT 2026 Dikabarkan Cair Lagi, Cek Wilayah Penerima dan Cara Ceknya

Penyaluran hari pertama kemarin difokuskan untuk fakir miskin, lansia, penyandang disabilitas berat, dan ABH. Sedangkan bantuan untuk 1.400 yatim piatu akan disalurkan pada Senin (27/7) mendatang.

“Tahun ini bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan harapan bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga,” imbuh Vinanda mengajak masyarakat mengawal prosesnya agar tepat sasaran. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
fakir miskin blt Vinanda Prameswati lansia kota kediri