KEDIRI, JP Radar Kediri-Tiga pemerintah daerah (pemda) menyelesaikan penghitungan kebutuhan anggaran untuk pembangunan flyover atau jalan layang di Mengkreng.
Hasilnya, untuk proyek fisik dan pembebasan lahan diperkirakan menghabiskan dana Rp 800 miliar.
Kabid Infrastruktur Badan Perencaan Pemerintah Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Imam Malik mengatakan, proses penyusunan proposal pengajuan pembangunan Flyover Mengkreng hampir final.
Menurutnya, Bupati Nganjuk dan Jombang sudah menandatangani proposal itu.
“Rencana hari Senin (27/4) berkasnya dikirim ke Kediri, untuk dimintakan tanangan Bupati Kediri,” jelas laki-laki yang akrab disapa Malik itu.
Setelah tiga bupati tanda tangan, targetnya pekan depan berkas akan dikirim ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Termasuk juga ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Jawa-Bali, Gubernur Jatim, dan pihak terkait lainnya.
Kapan pembangunan flyover dilakukan? Malik mengaku belum mengetahuinya. Sebab, tiga daerah hanya melakukan pengajuan kebutuhan anggaran. Selebihnya merupakan kewenangan Pusat.
“Kami cuma mengusulkan terkait dengan pengadaan lahan sekian, pembangunan sekian,” lanjutnya.
Meski demikian, menurutnya pembangunan Flyover Mengkreng sudah masuk list rencana strategis Pusat tahun 2025-2029.
Artinya, proyek akan menggunakan dana Pusat atau APBN. “Tapi tergantung dari Pusat. Kira-kira mana yang dianggap prioritas itu yang didulukan,” terangnya.
Lebih jauh Malik menyebut, kebutuhan anggaran Rp 800 miliar itu meliputi kebutuhan lahan di tiga daerah serta pengadaan fisik flyover. Besaran anggaran diambil berdasarkan kebutuhan global.
Termasuk dengan mempertimbangkan pembangunan flyover dengan bentuk paling panjang.
Baca Juga: Flyover Mengkreng Kediri Butuh 37 Hektare Lahan, Tiga Pemda Kebut Proposal, ini Tahapannya
Yakni di sisi Jombang mempertimbangkan titik masuk sebelum rel. Sementara di nganjuk di persimpangan sebelum jembatan.
“Itu usulan daerah. Nanti yang disetujui Pusat seperti apa belum tahu,” paparnya.
Malik menegaskan, tiga tahun lalu Pemerintah Pusat sudah menawarkan untuk dibangun Flyover Mengkreng.
Namun, kebutuhan lahan harus ditanggung daerah. “Namun daerah sendiri kan anggarannya semakin minim, jadi coba diusulkan semuanya untuk ditangani Pusat,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Rabu (8/4) lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Bupati Jombang Warsubi melakukan rapat terbatas di pos polisi Simpang Tiga Mengkreng.
Di sana, Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, dan Pemkab Jombang menggagas pembangunan jalan layang atau flyover di simpang terpadat di wilayah perbatasan tiga daerah tersebut.
Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di persimpangan itu.
Editor : Andhika Attar Anindita