
JP Radar Kediri - Setelah Install aplikasi, terus muncul permintaan izin akses ke kontak, galeri, mikrofon, sampai lokasi, padahal aplikasinya cuma buat edit atau nonton vidio? Banyak orang yang langsung klik “izinkan” tanpa mikir dua kali.
Padahal kebiasaan ini bisa berisiko, apalagi kalau aplikasinya bukan dari sumber resmi. Aplikasi ilegal atau yang di-download dari luar Play Store dan App Store memang sering jadi incaran karena dianggap gratis atau punya fitur “premium” tanpa bayar.
Aplikasi nonton gratisan atau game bajakan termasuk yang paling laris diburu, soalnya orang tinggal cari di internet, download, terus langsung bisa dipakai tanpa keluar uang sepeser pun. Tapi di itu, aplikasi semacam ini sering minta izin akses yang sebenarnya tidak nyambung sama fungsi utamanya.
Baca Juga: Jangan Asal Klik, Ini Cara Kenali Link Phishing atau Penipuan!
Misalnya, aplikasi nonton film minta akses ke kontak dan pesan, jelas itu mencurigakan. Kalau izin akses berlebihan ini dikasih begitu saja, risikonya tidak main-main. Data pribadi seperti nomor telepon, foto, sampai lokasi bisa diam-diam dikumpulkan tanpa sepengetahuan pengguna.
Data ini bisa disalah gunakan buat berbagai hal, mulai dari dijual ke pihak ketiga sampai dipakai buat modus penipuan yang makin banyak macamnya. Yang lebih bahaya lagi, sebagian aplikasi ilegal ternyata sudah disusupi malware, bahkan file instalasinya memang sengaja dimodifikasi biar bisa menyelipkan virus.
Begitu terinstal, aplikasi ini bisa diam-diam mengakses SMS buat mencuri kode OTP, merekam setiap ketukan di layar buat mengintip kata sandi, sampai mengambil alih kendali perangkat dari jarak jauh, ada juga kasus di mana ponsel malah dikunci total.
Kalau sudah separah itu, biasanya kinerja HP juga langsung kerasa beda, jadi lemot dan baterainya boros tidak wajar. Selain nguras data, aplikasi semacam ini juga sering bikin ponsel dibanjiri iklan pop-up yang muncul terus-menerus meski aplikasinya sudah ditutup.
Tidak jarang iklan itu justru mengarahkan ke situs judi online atau konten dewasa, dan kalau tidak sengaja kepencet, bisa-bisa malah kesedot langganan layanan SMS berbayar tanpa disadari.
Ada juga yang lebih ekstrem, kamera dan mikrofon bisa aktif diam-diam tanpa lampu indikator menyala, sehingga percakapan atau aktivitas di sekitar HP bisa terekam dan dipakai buat memeras korbannya
Korbannya biasanya baru sadar setelah ada transaksi mencurigakan di rekening atau akun media sosialnya tiba-tiba diretas.



