Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Flyover Mengkreng Kediri Butuh 37 Hektare Lahan, Tiga Pemda Kebut Proposal, ini Tahapannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 12 April 2026 | 22:09 WIB
Arus lalu lintas Mengkreng yang padat saat Lebaran. Tiga Kabupaten sedang godok proposal pembiayaan ke pusat. (Foto Wahyu Adji)
Arus lalu lintas Mengkreng yang padat saat Lebaran. Tiga Kabupaten sedang godok proposal pembiayaan ke pusat. (Foto Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar KediriRencana pembangunan flyover atau jalan layang di Simpang Tiga Mengkreng terus dikebut.

Pemkab Nganjuk, Kediri, dan Jombang mempercepat penyelesaian proposal pendanaan proyek ke Pusat.

Mereka berharap seluruh kebutuhan anggaran bisa dipenuhi dari AnggaranPendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kabid Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Imam Malik mengatakan, Pemkab Kediri, Pemkab Nganjuk, dan Pemkab Jombang sudah menggelar rapat teknis di kantor Bappeda Jombang pada Kamis (9/4) lalu.

Baca Juga: Cek Bansos PKH BPNT Tahap 2 di DTSEN, Cukup Pakai Hp!

 Rapat itu diikuti perwakilan bappeda serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) dari masing-masing daerah.

Fokus pembahasan mengerucut pada percepatan penyusunan proposal serta skema pengajuan pendanaan ke Pusat,” kata Malik.

Dalam pembahasan tersebut, tim juga membahas sejumlah kendala. Di antaranya perbedaan appraisal atau penilaian harga lahan jika dilakukan masing-masing daerah.

Selain itu, perbedaan jadwal pembebasan lahan antar-wilayah berpotensi membuat timeline proyek tidak sinkron.

 Kondisi ini dinilai bisa menghambat percepatan realisasi pembangunan flyover.

Makanya kita dorong agar appraisal dilakukan oleh Pusat atau provinsi, supaya nilainya sama dan tidak terjadi perbedaan antar-kabupaten,” terang Malik .

Berdasarkan pemaparan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kebutuhan lahan untuk proyek flyover Mengkreng diperkirakan sekitar 37 hektare.  

Namun, hingga kini batas pasti area pembebasan lahan masih belum ditetapkan.

Karenanya, ketiga daerah sepakat bahwa pembebasan lahan idealnya ditangani Pemerintah Pusat agar lebih efektif dan terkoordinasi.

 “Perwakilan ketiga kabupaten, dari Kabupaten Jombang, Kediri dan Nganjuk menyepakati bahwa pembebasan lahan Flyover Mengkreng tetap di Pusat,” paparnya.

Baca Juga: PAN Ajak Jusuf Kalla Sampaikan Kritik Langsung ke Prabowo di Istana, Saleh Daulay: Beliau Sangat Terbuka

Malik menegaskan, proposal pengajuan pendanaan ditargetkan rampung dan dikirim ke Pusat awal pekan depan

Dokumen akan ditandatangani bersamaoleh tiga kepala daerah dari Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang.

Adapun penyusunan draf proposal dilakukan masing-masing daerah.

Selanjutnya akan digabung menjadi satu oleh Bappeda Jombang sebagai koordinator.

“Target penyelesaian proposal Senin (9/4). Untuk mempercepat pembahasan dibuat grup WhatsApp untuk koordinasi lebih lanjut,” jelas laki-laki berkacamata itu.

Untuk diketahui, sesuai studi Pemkab Kediri, untuk ruas Kediri sedikitnya dibutuhkan lahan sekitar 6.890 meter persegi.

Dengan harga kira-kira Rp 4 juta per meter persegi,” urainya.

Terkait lokasi flyover, dimulai dari simpang tiga Mengkreng ke selatan sekitar 200 meter.

Selanjutnya, dari arah simpang tiga Mengkreng ke barat sampai batas Sungai Brantas.

Adapun ke timur sampai simpang empat timur Terminal Bayangan Braan.

“Ini khusus wilayah Kediri. Wilayah Nganjuk dan Jombang kami belum tahu sampai mana. Kami hanya menghitung yang wilayah Kediri saja,” jelasnya.

Baca Juga: Alhamdulillah! Bansos PKH BPNT Tahap 2 April Cair, Cek Status di SIKS-NG 

Seperti diberitakan, tiga bupati sepakat upaya mengurai kemacetan di Mengkreng dilakukan dengan pembangunan flyover.

Pembiayaan rencananya dilakukan Kementerian PU dengan anggaran sekitar Rp 700 miliar

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pemkab kediri #pemkab nganjuk #flyover #jombang #Simpang Tiga Mengkreng