Keduanya akan mengibarkan bendera merah putih pada 17 Agustus nanti. Menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko, sebelum ditetapkan sebagai paskibraka provinsi, keduanya sempat menjadi calon paskibraka nasional.
Mengikuti seleksi ketat di Jakarta, keduanya gagal bersaing dengan siswa-siswi lain dari berbagai daerah se-Indonesia. Dinda menjadi paskibraka nasional cadangan.
“Paskibraka cadangan itu antisipasi kalau ada paskibraka nasional yang sakit. Jika itu terjadi, nanti Dinda yang akan menggantikan,” jelas Yuli.
Meski tidak lolos seleksi nasional, keduanya dipastikan menjadi paskibraka Jatim. Hingga saat ini, keduanya tengah menjalani pusdiklat sejak 5 Agustus lalu di Pemprov Jatim.
Mereka dilatih untuk persiapan pengibaran bendera pada 17 Agustus nanti di Provinsi Jatim. “Untuk posisinya belum tahu,” jelas Pamong Paskibraka dari Bakesbangpol Kabupaten Kediri Bambang Hendro Priono.
Untuk diketahui, 70 paskibraka Kabupaten Kediri juga tengah menjalani pusdiklat di Pare sejak 7 Agustus lalu. Mereka dikarantina untuk dilatih persiapan pengibaran bendera jelang 17 Agustus nanti.
Adapun hari ini (13/8) mereka akan gladi pengukuhan. Mereka akan dikukuhkan pada Kamis (14/8). Bambang menambahkan, puluhan siswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri itu sudah siap untuk tampil di upacara hari kemerdekaan. Mereka juga sudah menjalani latihan dengan baik.
“Di pusat pelatihan ini, kebutuhan mereka juga dijamin. Termasuk untuk tidur siang,” jelasnya sembari menyebut ada 37 putra dan 38 putri yang ikut paskibraka kabupaten.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian