Salah satu rumah sakit yang ditinjau itu adalah RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Ahmad Zamroni mengatakan, pihak pengelola bandara melaporkan, sudah ada beberapa rumah sakit yang menjalin kerja sama.
Ada lima rumah sakit yang disodorkan sebagai opsi rumah sakit penyangga Bandara Dhoho. Yakni, RSU Lirboyo, RSM Ahmad Dahlan, RS Bhayangkara, RSUD Gambiran, dan RSUD Simpang Lima Gumul (SLG).
“Kemarin itu belum sampai mengecek ke masing-masing rumah sakit. Hanya laporan bahwa salah satu persyaratan bandara itu bisa dijadikan embarkasi maupun debarkasi apabila di sekitarnya ada beberapa rumah sakit penyangga,” ujar pria yang akrab disapa Zamroni itu.
Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kondisi darurat dari jemaah haji. Di samping itu juga sudah ada unit kesehatan dan dokter yang berjaga di bandara, fasilitas kesehatan yang cepat penanganannya tetap dibutuhkan.
“Makanya yang masuk dalam ketentuan adalah radiusnya (jarak yang ditempuh dari bandara, Red). Itu juga diperhitungkan,” ungkapnya.
Salah satu rumah sakit yang ditinjau adalah RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri. Bagian Humas RSM Ahmad Dahlan Ananta Dwi Ningrum mengatakan, beberapa layanan kesehatan yang ditinjau meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ambulance emergency, alat-alat medis yang dimiliki, hingga ruang rawat inap.
“Kalau kemarin beliaunya (perwakilan BP Haji, Red) berkunjung untuk memastikan penanganan emergency terkait jemaah haji,” ungkap Ananta.
Dalam kunjungan itu, perwakilan BP Haji lebih banyak berdiskusi dengan manajemen rumah sakit. Khususnya terkait fasilitas kesehatan yang dimiliki di rumah sakit yang berada di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu.
Adapun secara umum, menurutnya pihaknya siap menjadi bagian dari rencana penerbangan haji melalui Bandara Dhoho. Sebagai rumah sakit penyangga, menurutnya sejauh ini fasilitas yang ada sudah memadai. Pihaknya tinggal menunggu ketentuan lebih lanjut dari BP Haji terkait rencana penunjukan Bandara Dhoho sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji.
Baca Juga: Data BPS Tunjukkan Ada Ribuan Sarjana di Kota Kediri Jadi Pengangguran
“Kami selalu siap. Insya Allah dengan fasilitas rumah sakit yang memadai. Cuma tergantung dari hasil surveinya BP Haji seperti apa, kami tetap mengikuti aturan dari sana,” pungkas Ananta.
Seperti diberitakan, perwakilan BP Haji melakukan survei di Bandara Dhoho pada Kamis (31/7). Survei itu menyusul rencana penunjukan Bandara Dhoho sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji mulai 2026 nanti. Rencana itu juga menyusul perbaikan runway yang akan dilakukan di Bandara Juanda pada 2028 mendatang. Sehingga, dibutuhkan bandara lain untuk menopang pemberangkatan dan kedatangan jemaah haji.
Dari hasil survei itu, sarana dan prasarana Bandara Dhoho dianggap memenuhi kriteria. Di antaranya untuk landasan pacunya yang juga lebih lebar dan panjang dibandingkan Bandara Juanda. Sehingga memungkinkan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 bisa mendarat di sana.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian