Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Info SPMB 2025 di Kota Kediri, Ini Deretan Penyebab Siswa Gagal Ambil PIN, Salah Satunya KK Baru

Ayu Ismawati • Kamis, 5 Juni 2025 | 10:00 WIB
Ratusan siswa memenuhi aula SMKN 1 Kota Kediri menunggu giliran verifikasi berkas agar bisa mengambil PIN SPMB kemarin.
Ratusan siswa memenuhi aula SMKN 1 Kota Kediri menunggu giliran verifikasi berkas agar bisa mengambil PIN SPMB kemarin.

KOTA, JP Radar Kediri-Beberapa siswa yang mengambil personal identification number (PIN) di SMA/SMK harus pulang dengan tangan hampa kemarin.

Pasalnya, setelah dicek oleh operator, dokumen yang diserahkan dinilai tidak memenuhi syarat. Di antaranya, ada kartu keluarga (KK) yang tanggal terbitnya kurang dari setahun atau KK baru.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di situs SPMB Jatim, hingga pukul 16.00 kemarin jumlah PIN terverifikasi mencapai 1.559. Jumlah itu tersebar di tujuh SMA negeri dan tiga SMK negeri di Kota Kediri.

Ribuan PIN yang terverifikasi itu, di antaranya berasal dari para siswa yang hingga kemarin mendatangi sepuluh SMA/SMK negeri di Kota Kediri. Seperti di SMKN 1 Kota Kediri yang dipenuhi ratusan siswa.

Beberapa siswa terlihat kebingungan saat berkasnya dicek petugas. Sebab, ada yang lupa belum mencetak dan mengisi surat pernyataan orang tua.

Kemudian, ada siswa yang belum menyiapkan materai, hingga kelengkapan berkas seperti KK asli yang tidak dibawa.

 “Tadi (4/6) ada yang belum bisa verifikasi karena nomor terbit KK-nya belum ada setahun,” kata Asih, salah satu orang tua yang mengantar anaknya verifikasi berkas di SMKN 1 Kota Kediri.

 Selain KK baru, ada pula siswa yang harus kembali pulang karena e-rapornya belum di-entry oleh sekolah. Operator langsung meminta siswa kembali ke sekolah asal untuk memproses pengunggahan nilai.

“Membeludaknya siswa memang baru dua hari ini (sejak Selasa, 3/6). Hari kedua kami menghabiskan 190-an PIN,” ungkap Bagian Informasi SPMB SMKN 1 Kota Kediri Arif Setiya Wardana sembari menyebut verifikasi terakhir dilakukan hingga pukul 18.30.

Hingga kemarin menurut Arif jumlah siswa yang mengurus PIN terus bertambah. Setidaknya ada 1.025 siswa yang berkasnya belum terverifikasi.

“Padahal kami kemarin (4/6) sudah menyelesaikan 190-an PIN, tapi di antrean masih ada seribu lebih,” tuturnya sembari menyebut sekolah sudah menyiapkan puluhan operator.

 Khusus untuk SMK, menurut Arif pihaknya masih banyak menemui surat keterangan sehat yang salah.

Sesuai ketentuan, surat keterangan sehat yang diakui harus dikeluarkan oleh puskesmas atau rumah sakit. Namun, masih banyak siswa yang mencari surat sehat dari dokter pribadi. Akibatnya, berkas mereka ditolak.

 Sebagai gantinya, siswa harus mengurus kembali surat sehat sesuai ketentuan. Untuk mencegah kesalahan yang sama terjadi, Arif meminta siswa mencermati kelengkapan berkas yang tertera di situs https://spmbjatim.net/ sebelum verifikasi berkas.

Sementara itu, antrean panjang pengambil PIN juga terlihat di SMAN 1 Kota Kediri (Smast). Listrik yang beberapa kali padam membuat siswa harus menunggu lebih lama.

“total ada 163 anak yang mengambil PIN. Setiap hari jumlahnya terus meningkat,” kata Plt Kepala Smast Arif Syah Putra.

 Sejak Selasa (3/6) hingga Rabu (4/6) kemarin, sekolahnya kerap mati listrik pada pukul 12.00. Hal tersebut membuat antrean siswa pengurus PIN semakin panjang.

Insiden mati listrik di sana ternyata dipicu kondisi miniature circuit breaker (MCB) listrik SMAN 1 Kota Kediri bermasalah hingga membuat kelistrikan tidak stabil. “Besok (5/6) akan dicek pihak PLN,” tandas Arif.

Selain kendala kelistrikan, menurut Arif verifikasi berkas di Smast juga terkendala banyaknya siswa yang mendaftar secara online. Selanjutnya, mereka memverifikasi berkas di Smast.

Padahal, sesuai rekomendasi sistem seharusnya mendatangi sekolah lain.  Akibatnya, berkas mereka tidak bisa diverifikasi. “Itu (kesalahan verifikasi, Red) juga terjadi di SMAN 1 Mojo,” jelas pria yang secara definitif menjabat kepala SMAN 1 Mojo itu.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#SPMB 2025 #pemkot kediri #berita kediri hari ini