KOTA, JP Radar Kediri-Siswa yang hendak mendaftar ke SMA/SMK negeri harus mencermati setiap tahapannya. Pasalnya, seperti tahun lalu, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini akan dilakukan secara online. Prapendaftaran akan dimulai pertengahan Mei nanti.
Untuk diketahui, sebelum pendaftaran yang terbagi dalam empat tahap dimulai pertengahan Juni mendatang, tahap prapendaftaran harus lebih dulu diikuti oleh siswa.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMA/SMK Chairul Effendi mengatakan, mengawali tahapan itu dalam waktu dekat sekolah akan mengisi nilai rapor. “Yang terdekat ada entry nilai rapor SMP. Jadwalnya 19 Mei sampai 24 Mei,” ujar Chairul.
Di tahap ini, satuan pendidikan asal calon murid akan mengisi nilai rapor untuk tujuh mata pelajaran. Mulai dari semester satu hingga semester lima. Setelah itu, calon murid bisa memverifikasi nilai rapor yang telah diisikan sekolah tersebut mulai 24–28 Mei.
Selanjutnya, tahapan pendaftaran paling awal baru dimulai 16 Juni. Yaitu, untuk pendaftaran SPMB tahap 1 yang meliputi jalur afirmasi, mutasi orang tua atau wali, dan jalur prestasi hasil lomba SMA/SMK.
“Prestasi hasil lomba kuotanya sebanyak lima persen. Dibagi menjadi prestasi hasil lomba bidang akademik dua persen, dan prestasi hasil lomba nonakademik tiga persen,” ungkap Chairul.
Sebagaimana tahun lalu, menurut Chairul calon murid juga masih diberi waktu untuk latihan mendaftar di penerimaan murid baru secara online itu. Latihan pendaftaran akan dibuka pada 9–11 Juni, yang juga secara online.
Terpisah, pelajar SMP/sederajat agaknya juga masih menyelesaikan kegiatan belajar di sekolah. Hingga pekan lalu, beberapa sekolah masih melaksanakan penilaian praktik. Salah satunya seperti terlihat di SMP Negeri 6 Kediri.
“SMP masih penilaian praktik. Untuk pelaksanaan SAS (Sumatif Akhir Semester, Red) kelas IX baru pertengahan Mei, bulan depan,” ujar Kepala SMP Negeri 6 Kediri Sri Redjeki.
Sebelumnya diberitakan, Cabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Kediri mulai menyosialisasikan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan SPMB 2025. Dari situ, ada lima jalur yang akan dibuka untuk SPMB SMA dan SMK.
Yaitu jalur afirmasi, mutasi orang tua atau wali, prestasi hasil lomba, domisili, dan prestasi nilai akademik. Dari lima jalur yang beberapa di antaranya berganti istilah itu, perubahan signifikan ada pada jalur afirmasi dan domisili (sebelumnya disebut jalur zonasi) untuk SPMB SMA. Yakni dari proporsi kuotanya yang berubah.
Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu, alokasi kuota jalur zonasi mencapai 50 persen atau separo dari pagu sekolah. Tahun ini hanya sebesar 35 persen saja dari daya tampung sekolah.
Jika kuota domisili SMA berkurang, kuota jalur afirmasi justru bertambah. Bahkan mencapai dua kali lipat lebih banyak.
Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menetapkan kuota jalur afirmasi untuk SPMB SMA tahun ini mencapai 30 persen. Sedangkan tahun lalu hanya 15 persen.
Rinciannya, 13 persen untuk anak dari keluarga ekonomi tidak mampu. Kemudian, anak buruh sebanyak lima persen, penyandang disabilitas lima persen, serta afirmasi nilai akademik keluarga ekonomi tidak mampu sebanyak tujuh persen.
“Disabilitas ini kalau tahun lalu kuotanya tiga persen. Sekarang menjadi lima persen,” beber Chairul.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira