KOTA, JP Radar Kediri-Rencana proyek penataan kawasan Stasiun Kediri kian dimatangkan. Proyek yang tahun ini dianggarkan sekitar Rp 9 miliar itu tidak hanya mencakup rehabilitasi drainase, trotoar, dan jalan saja.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memastikan para pedagang kaki lima (PKL) di sana akan tetap terwadahi.
Untuk diketahui, awal Maret lalu pemimpin muda Kota Kediri itu sempat mengecek langsung kawasan stasiun.
Di sana, perempuan berusia 26 tahun itu juga berbincang langsung dengan para pedagang kaki lima (PKL).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, penataan kawasan stasiun dilakukan untuk memperindah kawasan bersejarah tersebut.
Namun, bukan berarti para PKL yang ada di sana terancam.
“Rencananya juga untuk PKL harapannya bisa memiliki tempat yang mereka ini jualan juga nyaman, dan yang beli juga nyaman,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi mengatakan, warga setempat yang berjualan di kawasan itu akan tetap diakomodasi.
Di antaranya PKL dan jasa transportasi konvensional seperti ojek pangkalan dan becak.
“Itu (PKL dan ojek pangkalan, Red) tidak boleh dihilangkan. Tetapi diberdayakan naik kelas.
Baca Juga: PKL di Kawasan SLG Kediri Menolak Relokasi Bikin Bangunan Sentra PKL Mangkrak
Dan kami juga masih memikirkan tempatnya di mana (secara teknis pekerjaan umum, Red),” ungkapnya.
Untuk menata kawasan itu agar lebih rapi, nantinya kabel-kabel jaringan juga diupayakan dipindahkan ke bawah tanah.
Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pembahasan. Termasuk dengan PT KAI.
“Karena di sana juga ada tiang listrik. Rencananya mau digeser juga biar nggak di tengah jalan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Kediri berencana melakukan penataan di kawasan Stasiun Kediri tahun ini.
Konsep awalnya, wajah stasiun yang sudah dibangun sejak 1882 itu akan dipermak dengan mengembalikan nuansa aslinya. Yakni, dengan konsep era kolonialisme.
Hal tersebut diputuskan setelah melihat perkembangan masyarakat era kolonialisme yang salah satunya dimulai dari jalur transportasi.
Terbukti banyak jejak peninggalan sejarah era kolonialisme Belanda di sana.
Meski demikian, terkait konsep rehabilitasi kawasan stasiun yang juga mencakup trotoar dan drainase itu, Dinas PUPR Kota Kediri masih akan menunggu proses sosialisasi.
“Nanti kan ada sosialisasi. Sedang kami jadwalkan,” tutur Yono.
Pantauan koran ini, meski PT KAI mempertahankan bangunan stasiun yang memang bergaya Belanda, mereka sudah banyak melakukan renovasi di bagian dalam. Sejumlah fasilitas baru juga ditambahkan di sana.
Kawasan stasiun semakin ikonik dengan keberadaan monumen lokomotif berusia ratusan tahun di depan Stasiun Kediri.
Setelah direhabilitasi nanti, diharapkan nuansa kolonialisme di kawasan stasiun akan terasa semakin kental.
Dalam jangka panjang, upaya Pemkot Kediri memermak kawasan stasiun ini diharapkan akan menjadi salah satu daya tarik masyarakat.
Sehingga, pariwisata akan semakin hidup. Apalagi, setelah menata kawasan stasiun, rencananya penataan serupa juga akan dilakukan di area Jl Dhoho hingga Jl Yos Sudarso yang merupakan kawasan kota lama.
Area tersebut juga menjadi salah satu saksi sejarah perkembangan Kota Kediri sejak era kolonialisme hingga era modern seperti sekarang. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira