KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemkot Kediri mematangkan persiapan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) pengganti di Klotok. Januari ini, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri mengebut penyelesaian feasibility study (FS) atau studi kelayakan proyek.
“Kami menargetkan Februari ini sudah selesai kajiannya (FS, Red) untuk selanjutnya disampaikan ke PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red),” kata Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Muttaqin.
Kajian yang dilakukan DLHKP, menurut Imam akan jadi dasar bagi PUPR untuk merealisasikan fisiknya. Di antaranya dengan memproses pembuatan detail engineering design (DED).
Imam menjelaskan, menyebut kajian FS juga meliputi penentuan lokasi TPA di lahan yang sudah tersedia. Saat ini di area TPA Klotok sudah disiapkan lahan seluas enam hektare.
Lahan tersebut merupakan hasil ganti rugi dari pemrakarsa Tol Kediri-Tulungagung.
Hal itu setelah TPA 1 dan TPA 3 yang berada di lereng Klotok, Kelurahan Pojok, Mojoroto tersebut terkepras proyek jalan tol.
“Kemudian konektivitas dengan sarpras (sarana dan prasarana, Red) TPA yang lama (masuk kajian, Red). Bagaimana aksesnya serta bagaimana proses nanti pengelolaannya, dan sebagainya,” beber Imam tentang detail kajian yang saat ini tengah digarap.
Imam memastikan, TPA 4 yang akan dibangun tahun ini masih akan mengadopsi konsep lama. Yakni, sanitary landfill.
Sedangkan untuk konsep selanjutnya yang mengusung zero waste akan dikaji secara terpisah.
“TPST terpadu itu akan ada kajian tersendiri dengan skala kota,” tandas Imam.
Untuk membangun TPS pengganti itu, Imam menyebut pihaknya mengusulkan anggaran total sekitar Rp 11 miliar. Salah satu di antaranya dianggarkan untuk membangun akses jalan.
“Akses jalan sudah masuk lahan kita,” paparnya.
Lalu, kapan proyek fisik TPA 4 akan dimulai? Imam menerangkan, untuk proses penyusunan FS saja ditargetkan selesai Februari.
Selanjutnya, proses penyusunan DED diperkirakan membutuhkan waktu 3-4 bulan.
Adapun lelang pihak ketiga pelaksana DED oleh Dinas PUPR Kota Kediri akan dimulai pada minggu ketiga Januari ini. Selanjutnya, untuk lelang proyek fisik akan dimulai Juni nanti.
“Fisik ditargetkan selesai di akhir November. Sudah rampung semuanya dan bisa kita operasikan,” bebernya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Yono Heryadi mengatakan, pihaknya membantu dari sisi penyedia infrastruktur.
Dinas PUPR akan mengadakan seleksi untuk perencanaan pembangunan TPA.
“Nanti hasilnya setelah tiga bulan (perencanaan, Red) seperti apa, baru kami kerjakan konstruksinya,” ujarnya.
Yono juga membenarkan tentang target operasional TPA 4 pada tahun ini. Hanya saja, terkait waktunya dia belum bisa memastikan.
“Seleksinya dua bulan. Mungkin kalau dalam minggu ketiga ini dilakukan, berarti kan berakhir Maret awal. Nanti proses DED-nya tiga bulan, berarti Juni selesai. Juli dilanjutkan tender satu bulan,” urainya terkait perkiraan kebutuhan waktu di tahap persiapan pelaksanaan proyek tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah