Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kediri Akan Menyasar Sebanyak 16.000 Siswa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 11 Januari 2025 | 15:50 WIB
SIAPKAN STRUKTUR: Sejumlah pekerja tengah menyiapkan fondasi dapur SPPG untuk program makan bergizi gratis di aset Kodim 0809 Kediri di Jl Basuki Rahmat Kota Kediri kemarin.
SIAPKAN STRUKTUR: Sejumlah pekerja tengah menyiapkan fondasi dapur SPPG untuk program makan bergizi gratis di aset Kodim 0809 Kediri di Jl Basuki Rahmat Kota Kediri kemarin.

KEDIRI JP Radar Kediri - Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kediri akan dimulai Senin (13/1) nanti.

Sedikitnya ada 16.661 siswa berbagai tingkatan yang akan mendapat paket makanan.

Dengan jumlah tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur di tahap pertama ini, berarti satu dapur mendapat beban untuk memasak hingga 5.500 paket MBG.

Untuk diketahui, di tahap awal Senin (13/1) nanti, MBG akan dilaksanakan di Kecamatan Kayenkidul dan Kecamatan Pare. Khusus untuk siswa di bawah naungan dinas pendidikan sebanyak 7.248 anak dari 44 sekolah.

Sedangkan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) mencapai 8.342 anak dari tujuh madrasah. Kemudian, di bawah cabang dinas pendidikan (cabdisdik) ada 891 siswa dari dua SLB dan satu SMK.

Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, pada Kamis (9/10) pagi lalu, pihaknya sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan SPPG di Kodim 0809 Kediri. Dalam pertemuan itu kemenag juga sudah menyetor data jumlah siswa di dua kecamatan.

“Jadi peran kami ya memastikan bahwa madrasah yang menjadi sasaran penerima manfaat (MBG) betul-betul siap. Artinya, untuk proses yang dibutuhkan itu seperti kebutuhan data-data, penandatanganan MoU dan sebagainya,” terang Faiz.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Kediri Abdullah Rosyaad menambahkan, di tahap pertama ini yang menerima MBG baru siswa madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA) saja. Sedangkan untuk raudlatul athfal (RA) masih belum ter-cover.

“Ke depannya nanti seperti apa masih belum ada informasi lebih lanjut,” jelasnya.

Berbeda dengan sekolah di bawah naungan kemenag, untuk sekolah di bawah dinas pendidikan, siswa mulai TK, SD, dan SMP akan mendapat MBG.

“Kami sudah menyiapkan data. Semua sekolah yang ditunjuk sebagai penerima manfaat juga sudah siap,” papar Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.

Sementara itu, hingga kemarin dapur MBG baru terealisasi sekitar 10 persen. Hingga kemarin, pembangunan dapur di tanah milik Kodim 0809/Kediri terus dikebut.

Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama mengatakan, pembangunan satu unit dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jl Basuki Rahmat, Kota Kediri tujuannya untuk percepatan.

“Ini sedang proses tahap pembangunan. Masih sekitar 10 persen ke bawah karena baru dimulai beberapa hari yang lalu,” kata Ragil.

Sesuai diskusi dengan kepala dapur di Kediri, perwira asal Semarang, Jawa Tengah itu menyebut setiap dapur rata-rata melayani sekitar tiga ribu porsi sehari. Tiap dapur akan memberi pelayanan hingga radius lima kilometer.

Dengan kondisi sekolah yang padat di Kediri Raya, Ragil memprediksi dapur akan melayani tiga ribu porsi MBG dalam radius kurang dari lima kilometer. “Kemungkinan untuk terlambat itu kecil,” lanjut Ragil.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #makan bergizi #makan gratis #jawapos #sekolah #Makan Bergizi Gratis