KEDIR, JP Radar Kediri-Partai politik (parpol) pengusung Hanindhito Himawan Pramana dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) November mendatang bertambah lagi. Kemarin, Bupati Kediri itu menerima surat tugas dari partai Gerindra. Dalam kesempatan yang sama dia juga memberi sinyal akan menggandeng Roaitu Nafif Laha, kader Gerindra.
Deklarasi dukungan Gerindra terhadap Dhito juga dihadiri lima parpol parlemen dan 10 partai non-parlemen lainnya. Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Kharisma Febriansyah mengatakan, pihaknya tidak hanya merekomendasikan Dhito sebagai bupati. Melainkan juga mengusung Roaitu Nafif Laha sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup).
“Sebagai partai yang ikut mendukung dan mengusung Mas Dhito, maka Gerindra juga mengusulkan kadernya untuk mendampingi beliau,” ujar Kharisma terkait sosok aktivis Fatayat itu.
Lebih jauh Kharisma menilai Dhito sebagai sosok yang visioner. Serta memiliki pemikiran yang moderen. “Oleh karena itu saya juga memastikan Gerindra akan mem-back-up beliau secara politis sepenuhnya,” tandasnya.
Sementara itu, Nafif Laha yang juga menghadiri pertemuan kemarin belum bersedia memberikan komentar. Perempuan yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim terpilih 2024 itu tidak menghentikan langkahnya saat meninggalkan ruang pertemuan.
Terpisah, Dhito yang kemarin juga menghadiri Rapimcab Gerindra Kabupaten Kediri di Insumo Kediri Convention Center mengaku menerima dukungan dari partai berlambang burung garuda itu.
Suami Eriani Annisa itu mengaku siap jika Gerindra memberi mandat kepada dirinya. “Kita jalani saja. Bagaimana keputusan Partai Gerindra terkait surat rekomendasi ataupun surat tugas, nanti kita lihat saja,” jelas Dhito.
Terkait Nafif Laha yang diusulkan sebagai wakilnya oleh DPD Gerindra Jatim, Dhito mengisyaratkan hal tersebut bisa saja terlaksana. Baginya, sosok Nafif Laha merupakan kader partai yang mempunyai jaringan grassroots yang luas.
Meski demikian, menurutnya penetapan bacawabup masih akan dibahas kembali bersama partai koalisi pengusung. “Saya siap dengan siapa saja. Apalagi dengan Bu Nafif,” paparnya sambil tersenyum.
Untuk diketahui, pertemuan yang digelar di salah satu hotel di Kota Kediri itu juga dihadiri sejumlah pengurus parpol di Kabupaten Kediri. Selain dari Gerindra, ada PDI Perjuangan, Golkar, PAN, PKS, dan Demokrat. Pun dengan sepuluh partai non-parlemen yang juga ikut hadir dalam pertemuan itu.
Apakah ini berarti partai-partai tersebut mengusung Dhito di pilkada 2024 ini? Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri M. Zaini mengatakan, pemberian rekom dari partainya masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat. “Harapan kami akhir Juli ini, rekom Partai Demokrat sudah bisa keluar,” ujarnya.
Rekom partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu diperebutkan oleh Dhito dan Deny Widyanarko, owner Tajimas Group. “Posisi yang mendaftar di kami dua calon. Mas Bup (Dhito) dan Pak Deny. Hanya dua opsi ini. Rekomnya antara ke Mas Bup atau Pak Deny,” tandasnya.
Untuk diketahui, jika Dhito benar-benar berpasangan dengan Roaitu Nafif Laha, berarti dukungan Nahdlatul Ulama (NU) dalam pilkada nanti berpotensi terbelah. Pasalnya, selain Nafif yang merupakan aktivis Fatayat, badan otonom NU, ada Ketua Muslimat Kabupaten Kediri Mudawamah yang juga digandeng oleh Deny Widyanarko sebagai bacawabup.
Sementara itu, kombinasi nasionalis-religius agaknya juga akan terwujud di Pilkada Kota Kediri. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri Katino menyebut dirinya siap maju di pemilihan wali kota November nanti dengan menggandeng Ning Zidna Al Izzah yang merupakan putri almarhum Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah.
Zidna selama ini dikenal sebagai aktivis muslimat Kota Kediri. Selain itu, dia juga merupakan kader Partai Golkar Kota Kediri. “Saya memilih dari muslimat dan fatayat, yaitu kader terbaik, dan juga dari Golkar, Ning Zidna,” ungkapnya.
Lebih jauh Katino menyebut, dirinya diusung oleh Partai Gerindra dan Hanura. Dia berharap ke depan masih ada parpol baru yang bergabung dalam koalisi tersebut. “Mudah-mudahan nanti ada yang mau gabung dengan kami untuk maju di Pilkada Kota Kediri sebagai wali kota dan wakil wali kota,” harap Katino.
Ketua DPC Partai Hanura Kota Kediri Bambang Giantoro yang dikonfirmasi terkait kemungkinan partainya berkoalisi dengan Gerindra menyebut, Katino sudah melakukan pertemuan dengan DPD Partai Hanura Jatim di Surabaya pada Sabtu (21/7). Namun, Bambang mengaku belum mengetahui terkait rekomendasi yang dikeluarkan partainya.
“Kebetulan kemarin (21/7) saya nggak ikut ke Surabaya karena ada acara partai di Kota Kediri. Kalaupun ada rekom, mungkin Pak Katino yang bawa,” ujarnya sembari menyebut, pihaknya akan mengikuti segala keputusan dari DPD maupun DPP Partai Hanura.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah