KEDIRI, JP Radar Kediri-Kemarau Panjang dengan cuaca panas ekstrem membuat warga Desa Ngetrep, Kecamatan Mojo mengalami kekeringan. Sumur milik warga di tiga dusun tidak lagi mengeluarkan air. Merespons hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan dropping air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, warga di tiga dusun Desa Ngetrep mengalami kekeringan sejak seminggu lalu. “Mereka (tiga dusun, Red) mengalami kekeringan karena mayoritas warganya masih menggunakan sumur,” kata Stefanus.
Lebih jauh Stefanus menyebut, kemarau panjang membuat debit air sumur warga turun drastis. Tidak bisa lagi ditimba airnya. Wilayah Kediri selatan menurutnya memang sering jadi langganan kekeringan di musim kemarau.
Karenanya, begitu mendapat laporan bencana kekeringan tersebut, mereka langsung mengedrop air bersih. “Masih terus kami lakukan pemantauan (kondisi kekeringan di Ngetrep, Red),” lanjutnya.
Baca Juga: Gubernur Jatim Setor Tiga Calon Pj Wali Kota Kediri ke Kemendagri
Pemantauan yang sama, menurut Stefanus juga dilakukan di daerah Kediri selatan lainnya yang rawan mengalami kekeringan. Terutama desa-desa di lereng gunung Wilis. Selain di Kecamatan Mojo, ada juga di Kecamatan Semen. “Daerah selatan Kabupaten Kediri memang menjadi tempat rawan kekeringan,” terangnya.
Stefanus menjelaskan, ancaman kekeringan di area dataran tinggi Kediri baru akan hilang setelah musim hujan tiba. Dia mengaku bersyukur karena hujan akan turun dalam waktu yang tidak lama lagi.
Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Sumber Harto menyebut, sesuai prediksi Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan serentak akan terjadi di awal November.
Sejak kemarin sore (17/10), hujan mulai terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kediri. Terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Kediri.
Terkait turunnya hujan di akhir musim kemarau, menurut Harto hujan sudah mulai turun sejak pekan lalu. Hal itu sekaligus jadi penanda jika musim kemarau akan segera selesai. Harapannya, musim hujan yang akan segera tiba menjadi solusi dari kekeringan di Kabupaten Kediri. “Hujan belum terjadi secara serentak. Masih akan terjadi secara lokal,” terangnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah