KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemilu 2024 sudah di depan mata. Berbagai potensi kerawanan pun telah dipetakan. Termasuk tempat yang berpotensi terjadi konflik. Seperti kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Tak hanya itu, tempat pemungutan suara (TPS) dan gudang penyimpanan logistik pemilu juga akan menjadi prioritas pengamanan. Dalam waktu dekat, petugas gabungan akan mulai melakukan operasi terpusat untuk pengamanan pemilu. “Polri akan melakukan Operasi Mantab Brata (OMB) untuk pengamanan pemilu 2024,” ujar Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho.
Agung menjelaskan, bahwa tempat-tempat tersebut berpotensi terjadi konflik. Oleh karena itu, pihaknya bersama tim gabungan menggelar sistem pengamanan kota (sispamkota) kemarin. Simulasi itu dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB.
Mereka melakukan simulasi rangkaian kegiatan pemilu. Mulai dari pengiriman surat suara hingga proses penghitungan. Yang mana paling berpotensi adanya permasalahan. Kegiatan yang setidaknya dilakukan oleh seribu lebih petugas gabungan itu juga menampilkan simulasi ketika terjadi konflik. Seperti sabotase pengiriman surat suara dan kericuhan demonstran.
“Kurang lebih seribu lebih dalam rangkaian seluruhanya, terdiri dari gabungan berbagai instansi,” ucap Agung.
Walau demikian, Agung menyebutkan bahwa di Kabupaten Kediri tercatat relatif kondusif. “Kerawanan hasil penelitian di lapangan aman. Namun, bisa jadi berubah. Tapi kami tetap siap,” terang perwira dengan pangkat dua melati emas itu.
Terkait tingkat kerawanan, Agung menyebut bahwa Polres Kediri terus melakukan deteksi. Menurutnya, ada kemungkinan tahapan yang paling rawan yakni saat perhitungan suara.
Namun saat ini hal tersebut masih belum menjadi prioritas. Saat ini, Polres Kediri sedang fokus patroli pengamanan secara gabungan. Bersama dengan TNI serta Satpol PP Kabupaten Kediri. “Saat ini masih 2023, kami fokus persiapkan untuk 2024,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah