Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bupati Dhito Sebut Ada Empat Maskapai yang Sedang Negosiasi untuk First Landing di Bandara Kediri

Karen Wibi • Senin, 16 Oktober 2023 | 17:10 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Empat maskapai penerbangan dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan Pemkab Kediri. Mereka adalah maskapai yang rencananya melakukan first landing di Bandara Dhoho saat resmi beroperasi.

Salah satu maskapai yang konon tengah melakukan negosiasi itu adalah Super Air Jet. Keterlibatan maskapai ini saat first landing nanti sangat masuk akal. Karena pusat operasinya di Surabaya, yang tak jauh dari Kediri.

“Seharusnya hari ini (kemarin, Red) maskapai dan pemkab melakukan koordinasi terkait hal tersebut,” kata sumber yang enggan namanya disebut ini.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengakui bila pemkab sedang pilah dan pilih maskapai yang akan melakukan first landing. Menurut bupati 31 tahun itu, setidaknya sudah ada empat maskapai yang sedang melakukan negoisasi dengan pemkab. Sayangnya dia enggan menyebut nama maskapai yang dimaksud. Karena masih rahasia.

“Setidaknya sudah ada empat maskapai yang menawarkan diri. Kita tunggu saja negosiasinya,” kilah sang bupati.

Terkait persiapan bandara, Dhito menyebut terus dikebut. Tak hanya bangunan fisik juga administrasi. Dia berharap time line pembangunan bandara lancar hingga first landing. Agar bisa beroperasi pada Desember nanti.

“Pembangunan sudah 90-an persen. Jadi sudah sangat nyaris jadi,” sambung bapak dua anak itu.

Pembangunan fasilitas penunjang pun demikian. Terus dikebut oleh pemerintah. Seperti ruas jalan Banjarmlati-Mojo-Catut dan Grogol-Tiron. Juga perbaikan jalan akses menuju Jembatan Jongbiru.

Terkait hal itu, Koordinator Bidang Komersial dan Administrasi Tim Ad Hoc Bandara Kediri PT Angkasa Pura I Zulkifli membenarkan jika sudah ada maskapai yang tengah bernegosiasi dengan pemkab. Dalam waktu dekat pengumuman siapa maskapai tersebut akan segera dikeluarkan ke publik.

“Sudah ada maskapai yang menawarkan diri. Tapi kami masih belum bisa sebut. Tunggu negosiasi dulu,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, Angkasa Pura I menekankan larangan agar masyarakat tidak bermain layang-layang serta menaikkan balon udara di area bandara. Karena itu terkait dengan keselamatan dan kelancaran operasional bandara.

“Nanti ada tim sendiri yang lakukan sosialisasi. T termasuk nanti akan kami support juga,” terang I Nyoman Noer Rohim, general manager PT Angkasa Pura I Bandara Kediri.

Selain dua aktivitas itu, layang-layang dan balon udara, pihaknya  juga melarang senter laser. Karena bisa membahayakan penerbangan. Yaitu mengganggu pandangan pilot.

Nyoman menyebut ada ketentuan radius kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) yang harus diperhatikan masyarakat. Agar tidak memainkan layang-layang maupun balon udara. Layang-layang tidak boleh diterbangkan di radius lima nautical mile atau 9,26 kilometer (km). Sedangkan balon udara, tidak hanya di daerah Kediri raya saja, namun, juga di luar daerah.

“Misal diterbangkan, kita kan tidak tahu nanti angin mengembuskannya ke mana,” jelasnya.

Sementara itu Asisten 1 Pemkab Kediri Sukadi menegaskan akan melakukan sosialisasikan terkait hal itu kepada masyarakat. “Paling lambat minggu ke empat,” terangnya saat dikonfirmasi kemarin.

Selanjutnya, sembari proses sosialisasi berjalan. Pemkab juga akan menyusun regulasi. Dalam penyusunan itu nantinya juga melibatkan AP1, SDHI, Kades, dan instansi lain yang diperlukan. Perbub itu nantinya akan disahkan oleh bupati sebelum operasional.

“Sosialiasikan ulang setelah ada (perbubnya). Secepatnya mungkin minggu depan dirapatkan. Insya Allah sebelum operasional akan ditandatangani,” terangnya.

Terkait sanksi yang akan diberikan, Sukadi masih belum bisa membeberkan. Karena masih perlu dirapatkan terlebih dahulu. Dia hanya bisa memastikan, bahwa pihaknya akan mengutamakan pendekatan humanis terlebih dahulu.

“Kami ajak ngomong, berikan hal yang betul. Menurut kami kalau layang-layang gak perlu sanksinya berat-berat. Mereka juga tahu sendiri.” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#negosiasi #pemkab kediri #maskapai #first landing