Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengasuh Ponpes Al Amien Ngasinan Kiai Anwar Iskandar Resmi Jadi Ketua MUI

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 16 Agustus 2023 | 17:12 WIB

NAKHODAI MUI: Pengasuh Ponpes Al-Amien Ngasinan terpilih sebagai Ketum MUI kemarin.
NAKHODAI MUI: Pengasuh Ponpes Al-Amien Ngasinan terpilih sebagai Ketum MUI kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pengasuh Ponpes Al-Amien Ngasinan Kiai Anwar Iskandar resmi menjabat Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia. Ulama asal Kota Kediri itu menggantikan Kiai Miftachul Akhyar yang memilih mundur. Menakhodai organisasi yang menaungi puluhan organisasi Islam, kiai yang akrab disapa Gus War itu mengaku akan melakukan beberapa terobosan. Di antaranya, mengajak umat Islam jihad melawan kebodohan dan kemiskinan.

Kiai yang juga menjadi pengasuh Ponpes Assa’idiyah Jamsaren itu mengungkapkan, menurutnya ada beberapa masalah mendesak bagi umat Islam yang harus diselesaikan bersama. “Harus kita akui di Indonesia masih banyak masyarakat miskin, masih banyak stunting. Kita harus jihad melawan ini semua. Bukan jihad dengan senjata tapi memakai ilmu,” katanya.

Umat Islam, lanjut Gus War, harus menjadikan kebodohan dan kemiskinan sebagai musuh bersama. Jika dua masalah itu bisa teratasai, menurutnya ancaman perpecahan yang selama ini selalu mengintai Indonesia juga tidak akan terjadi lagi.

Baca Juga: Setelah Ganti Lintasan, Ini Tingkat Kelulusan Ujian Praktik SIM di Kota Kediri

Untuk diketahui, Gus War terpilih sebagai Ketum MUI berdasar rapat pleno yang digelar di salah satu hotel di Jakarta kemarin. Kiai kelahiran Banyuwangi itu disepakati menggantikan Kiai Miftachul Akhyar.

Terkait detail program yang akan dilakukan setelah terpilih menjadi Ketum MUI, Gus War menyebut dirinya akan melanjutkan program-program Kiai Miftachul Akhyar. Hanya saja, di tahun politik seperti sekarang, menurutnya MUI mengemban tugas yang berat untuk menjaga persatuan umat.

Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 30 ormas Islam, Gus war menyebut MUI harus bisa menjadi motor pemersatu bangsa. “Struktur MUI sampai yang terbawah harus bisa jadi motor untuk menjaga persatuan bangsa,” terangnya.

Baca Juga: Pembukaan Jembatan Bandarngalim Molor, Ini PR yang Harus Diselesaikan

Caranya, dengan mengedukasi masyarakat. Terutama tentang pentingnya persatuan yang jadi syarat stabilitas negara. “Kalau stabilitas terganggu pastinya ekonomi, pendidikan, seluruh sektor kehidupan akan terganggu. Saya ingin ke depan bagaimana MUI bisa jadi motor dari persatuan indonesia. Dimulai dari persatuan umat islam,” paparnya sembari menyebut MUI juga akan memberi nasihat kepada pemimpin bangsa untuk bersama-sama amar makruf nahi munkar.

Dihubungi melalui ponselnya, Gus War juga menyinggung beberapa masalah yang jadi ancaman. Di antaranya pergaulan bebas, LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), hingga berbagai kasus kekerasan yang harus diatasi bersama. “Hal-hal yang merusak akhlak ini harus diatasi bersama,” tegasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Pondok Pesantrean #mui #ketua mui #kyai