Datang sekitar pukul 14.25, puluhan mahasiswa dengan jas almamater warna merah ini langsung melakukan orasi. Mereka juga membentangkan sejumlah spanduk bernada protes. Di antaranya berbunyi, “BBM naik, yang turun air mata”, “Alih-alih subsidi jadi bansos, BBM naik rakyat menjerit”, “Dulu, manusia kelaparan karena bencana. Kini, manusia kelaparan karena faktor politik”, dan beberapa spanduk bernada protes lainnya.
Ketua Cabang IMM Kediri Alfan Abdillah dalam orasinya mengaku mengecam kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9) lalu. Sebab, kenaikan harga BBM tersebut memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya. “Kami beri waktu 3x24 jam (untuk menurunkan kembali harga BBM, Red). Bila tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan datang dengan massa yang lebih banyak,” teriak Alfan.
Lebih jauh Alfan juga menyoroti penerima subsidi BBM yang tidak tepat sasaran. Sekitar 80 persen penerimanya mayoritas adalah kelompok masyarakat mampu. Adapun kelompok masyarakat menengah ke bawah atau miskin hanya sekitar 20 persen.
Meski demikian, subsidi yang tidak tepat sasaran ini menurutnya bukan alasan yang tepat untuk menaikkan harga BBM. Seharusnya menurut Alfan pemerintah meningkatkan pengawasan. Sehingga, subsidi BBM bisa tepat sasaran.
Dalam kesempatan kemarin Alfan dan puluhan demonstran juga menyoroti rencana pemerintah mengalihkan subsidi BBM menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Seperti halnya subsidi, menurut Alfan kebijakan tersebut hanya akan menyisakan masalah jika tidak diawasi dengan ketat. “Penyelewengan bantuan juga rentan terjadi. Kenaikan harga BBM ini bukan solusi,” sesal Alfan menyinggung perekonomian masyarakat yang baru saja bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.
Karenanya, Alfan bersama puluhan demonstran kembali menggaungkan tuntutan untuk mencabut kebijakan menaikkan harga BBM. Sebaliknya, pemerintah diminta menurunkan kembali harga BBM bersubsidi. Sehingga, masyarakat tidak terbebani.
Setelah puas berorasi dan membacakan puisi bernada kritik, para mahasiswa lantas menyerahkan tuntutan mereka kepada Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto. Politisi dari PDI Perjuangan itu kemarin menemui demonstran bersama Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho.
Di depan mahasiswa, Dodi membeberkan sejumlah langkah pemerintah untuk mengurangi dampak negatif kenaikan harga BBM. Di antaranya, fokus mencegah agar inflasi tidak melonjak tinggi. “Salah satunya dengan memberi bantuan kepada warga tidak mampu,” terang Dodi mengajak mahasiswa ikut mengawasi agar bantuan bisa tepat sasaran.
Menurut Dodi total ada Rp 70 miliar anggaran yang disiapkan untuk bantuan sosial (bansos). Dana tersebut akan segera disalurkan dalam waktu dekat. “Saat ini masih dalam tahap verifikasi data,” tandasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah