Lereng Barat Gunung Kelud juga menyimpan banyak peninggalan bersejarah. Terutama di kawasan perkebunan.
Ada beberapa kecamatan yang wilayahnya masuk area Lereng Barat Gunung Kelud. Beberapa kecamatan itu adalah Plosoklaten, Ngancar, Wates, dan sebagian wilayah Kecamatan Puncu. Daerah ini diwarnai dengan banyaknya area perkebunan. Termasuk yang menjadi wilayah PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII.
Memang, selama ini tak banyak yang tahu jika di kawasan ini menyimpan banyak peninggalan purbakala. Hal itu karena sebagian besar masih tersimpan di wilayah perkebunan.
Selain itu, bila dibandingkan dengan lereng utara, bukti kesejarahannya memang tak terlalu tinggi. Di lereng utara Kelud banyak ditemukan prasasti. Sehingga bisa menceritakan aktivitas masa lalu di kawasan tersebut. Sedangkan bukti-bukti sejarah di kawasan lereng barat ini diperkuat dengan banyaknya penemuan yang mengarah ke peninggalan kerajaan. Baik itu bekas percandian maupun permukiman kuno.
Ketua Komunitas Sejarah dan Budaya Kadhiri Novi Bahrul Munib mengatakan, di kawasan perkebunan lereng barat Kelud ini masih menyimpan banyak artefak-artefak kuno. “Di daerah sini juga banyak temuan. Ada percandian, ada juga bekas permukiman,” ujarnya.
Di antara bukti adanya aktivitas di masa lalu itu adalah dari penemuan artefak yang terbuat dari batu andesit. Seperti arca, lingga dan yoni, serta banyak juga ditemukan jambangan kuno,” terangnya.
Jambangan adalah benda yang berfungsi sebagai tempat penampungan air. Bahkan jambangan dari kawasan ini jumlahnya relatif banyak. Yang paling unik adalah jambangan di Desa Babadan, Kecamatan Ngancar. Wujudnya perpaduan gajah dan ikan.
“Jambangan-jambangan di perkebunan banyak. Dulu biasanya untuk upacara penyucian diri. Baik jiwa dan raga,” ungkap pemerhati sejarah di Kediri ini.
Beberapa pabrik yang sekarang masuk PTPN XII Ngrangkah Pawon juga masih menyimpan bukti-bukti peninggalan bersejarah itu. Di Afdeling Satak salah satunya. Menurut Novi, di tempat itu masih tersimpan arca Dewa Siwa dan juga yoni berukuran besar. Jumlahnya lebih dari satu. Di pabrik Ngrangkah dan di beberapa afdeling lain juga masih ada.
Novi menambahkan, dahulu saat perkebunan masih di bawah kekuasaan Hindia Belanda banyak ditemukan artefak kuno zaman kerajaan di wilayah perkebunan. “Kemudian banyak yang diamankan dan dikumpulkan di loji-loji perkebunan. Seperti Prasasti Harinjing juga demikian,” ujarnya.
Penemuan-penemuan lain di Kecamatan Kepung dan Puncu semuanya juga dikumpulkan di loji. “Termasuk Prasasti Paradah di Siman dulu juga dikumpulkan di area Pabrik Kopi Bogorpradah,” tambahnya.
Sementara, Arkeolog BPCB Jatim Nugroho Harjo Lukito menyebut Gunung Kelud merupakan salah satu gunung suci di Pulau Jawa. Sehingga daerah ini menjadi kawasan penting bagi nenek moyang zaman kerajaan masa Hindu-Budha. Karena sebagai gunung suci maka disakralkan.
“Penemuan di sekitar Kelud ini sangat luar biasa. Namun sekarang kondisinya tertimbun di bawah permukaan tanah,” ujarnya. (din/fud/bersambung)
Editor : adi nugroho