KEDIRI, JP Radar Kediri – Jose Enrique menjadi pemain paling subur di Persik Kediri. Menjadi top scorer Macan Putih dengan koleksi 13 gol.
Yang mana, catatan ini jauh lebih baik dibanding striker Persik di musim lalu, Ramiro Fergonzi. “Sebagai striker tentu senang bisa cetak gol,” kata pemain asal Spanyol itu.
Catatan pentingnya, semua golnya bukan berasal dari tendangan penalti. Adapun peluang emas itu didapat, Jose gagal mengeksekusinya. Yaitu saat Persik Kediri menjamu Persijap Jepara beberapa waktu lalu.
Terlepas dari itu, performa Jose Enrique tetap mengesankan. Apalagi, Persik Kediri menjadi tim pertamanya dalam karir sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Persik Ngotot Berkandang di Kediri, Percaya Diri Tetap di Stadion Brawijaya
“Saya sangat suka (berkarir, Red) Indonesia, saya juga sepak bola Indonesia. Saya sangat senang di sini,” ungkapnya.
Pernyataan itu pun menjadi sinyal tersendiri. Tak menutup kemungkinan, pria berusia 30 tahun itu akan tetap berkarir di Tanah Air.
Dan mungkin masih berseragam Macan Putih. Lantas, apakah Jose Enrique telah membicarakan kontraknya bersama Persik Kediri?
“Sekarang belum karena kami harus menyelesaikan musim ini terlebih dahulu,” katanya kepada awak media.
Di luar itu, Jose Enrique menjadi striker andalan di Persik Kediri. Baik saat tim dipimpin Ong Kim Swee maupun Marcos Reina Torres.
Dari sekian gol yang sudah dibuat, pemain bernomor punggung 21 itu berhasil mencatatkan dua kali brace. Yakni pada laga kontra Bali United FC dan Semen Padang FC.
Di sisi lain, striker yang memiliki tinggi 1,86 meter itu juga mencatatkan menit bermain paling banyak di tim Macan Putih. Yaitu sebanyak 2.700 menit untuk 33 laga Persik Kediri.
Jika dirata-rata, dirinya bermain selama 81 menit di setiap pertandingan. Bukankah Jose Enrique layak dipertahankan? (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita