JP Radar Kediri — Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kediri.
Kali ini, kejadian tersebut dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Badas pada 3 September lalu.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Kediri Moh Kediri Solikin membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, kasus itu telah ditindaklanjuti dan didalami oleh Satgas MBG.
"Iya mas, kejadiannya 3 September lalu, sudah didalami sama Satgas," ujar Solikin saat dikonfirmasi, Senin (7/9).
Solikin menduga kejadian keracunan itu terjadi usai korban mengonsumsi MBG. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan. Sebab, masih dilakukan pendalaman.
Walau demikian, dia memastikan makanan MBG yang dikonsumsi siswa di sekolah-sekolah terdampak berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, dia belum merinci sekolah mana saja yang siswanya mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Termasuk ada berapa korban keracunan.
Informasi awal menyebut kejadian tersebut berkaitan dengan sekolah di wilayah Desa Canggu, Kecamatan Badas.
Baca Juga: Keracunan Marak, Satgas MBG Kota Kediri Perketat Pengawasan
Selain itu, terdapat pula sekolah di Desa Blaru yang dilaporkan mengalami kejadian serupa.
Dengan adanya keterangan bahwa makanan berasal dari satu SPPG, dugaan keterkaitan antara makanan yang didistribusikan dengan keluhan yang dialami siswa kini menjadi bagian dari pendalaman Satgas MBG.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk apakah keluhan yang muncul benar berkaitan dengan makanan MBG.
Kasus ini menjadi perhatian karena program MBG menyasar pelajar sebagai penerima manfaat.
Pengawasan terhadap proses pengolahan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa menjadi penting untuk memastikan keamanan pangan.
Hingga berita ini ditulis, detail mengenai jumlah siswa yang mengalami keluhan, gejala yang dialami, penanganan medis, serta hasil pemeriksaan terhadap makanan belum diperoleh.
Data tersebut masih menunggu keterangan lebih lanjut dari Satgas MBG maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri