Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Progres Sensus Ekonomi di Kota Kediri Berada di Angka Ini!

Hilda Nurmala Risani • Senin, 6 Juli 2026 | 06:01 WIB
Petugas sensus ekonomi sedang melakukan pendataan door to door kepada pelaku usaha
Petugas sensus ekonomi sedang melakukan pendataan door to door kepada pelaku usaha

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Badan pusat statistik (BPS) Kota Kediri mencatat progres sensus ekonomi yang lamban. Hingga kemarin masih di angka 27 persen. Penyebabnya karena banyak masyarakat yang kurang mengetahui seberapa penting pendataan dalam sensus tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono. Dia menyebut jika progres sensus ekonomi Kota Kediri saat ini berada di angka 27 persen. “Saat ini masih 27 persen. Akan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang,” ujar Emil.

Untuk diketahui, sensus ekonomi 2026 secara serentak berlangsung dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus. Selama periode ini, petugas dari BPS melakukan pendataan langsung dari pintu ke pintu (door to door).

Baca Juga: Online Shop Tak Luput Sensus Ekonomi 2026, Usai Pandemi, Usaha Daring Tumbuh Pesat

Dalam proses pendataan, masyarakat akan menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi sosial ekonomi. Mulai dari usaha, pengeluaran hingga penghasilan keluarga. Nantinya pendataan akan diakhiri dengan pemasangan stiker sebagai tanda rumah telah didata.

“Masyarakat diharapkan bisa menerima dengan baik kedatangan petugas sensus. Karena data yang ditampilkan nantinya adalah data agregat,” imbuhnya.

Ya, data yang dihimpun petugas sensus dipastikan aman kerahasiaannya. Sebab yang ditampilkan nantinya adalah data keseluruhan. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir. Termasuk informasi yang beredar bahwasannya data akan digunakan sebagai dasar penetapan pajak itu tidak benar adanya.

Baca Juga: Ditolak Karena Dikira Pendataan DTSEN, BPS Tegaskan Sensus Ekonomi Bertujuan Mendukung Pembuatan Kebijakan

Pendataan sangat penting karena akan menghasilkan basis data yang mampu memotret kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari identitas, pendidikan, pekerjaan hingga kondisi ekonomi keluarga.

“Pendataan ini murni untuk pencatatan kondisi perekonomian masyarakat secara murni. Juga untuk menentukan kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah,” tandasnya.

Menurutnya, banyak manfaat ketika masyarakat menjawab setiap pertanyaan petugas dengan jujur dan apa adanya. Selain untuk menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan, juga menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Hasil Sensus Ekonomi 2026 Untuk Apa? Ini Sektor yang Paling Dituju Pemerintahb

Dengan mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, pemerintah dapat menyiapkan program yang lebih tepat sasaran.

Misalnya, ketika masyarakat memiliki usaha dan terdata secara baik di BPS , maka nantinya ketika ada suatu event berskala nasional dan melibatkan pelaku UMKM akan lebih mudah menggaetnya.

“Jangan antipati dengan petugas sensus. Karena data mereka sangat berpengaruh. Termasuk untuk keberlangsungan UMKM kedepannya,” pungkasnya. 

 

 

 

Editor : Mahfud
#sensus ekonomi #27 persen #masyarakat diminta terbuka #kebijakan ekonomi #kota kediri