Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gagas Pertanian Modern, Dispertabun Gandeng 77 Perusahaan Ikut Gertek 2026

S
Penulis: Sri Utami❯
UNTUK PERTANIAN MODERN: Sekda Kabupaten Kediri M. Solikin (6 dari kiri), Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementan Tommy Nugraha (5 dari kiri), dan Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi (kanan) bersama sejumlah pejabat dan undangan dalam pembukaan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 kemarin. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
UNTUK PERTANIAN MODERN: Sekda Kabupaten Kediri M. Solikin (6 dari kiri), Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementan Tommy Nugraha (5 dari kiri), dan Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi (kanan) bersama sejumlah pejabat dan undangan dalam pembukaan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 kemarin. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

Advertisement

JP Radar Kediri - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Bumi Panjalu. Tak cukup hanya memberi bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan), mereka juga mendorong para petani mengadopsi teknologi baru dalam bercocok tanam dengan menghadirkan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek).

Total ada 77 peserta yang mengikuti Gertek 2026 di Desa Bulusari, Tarokan kemarin. Terdiri dari 52 perusahaan benih, pupuk, pestisida, dan alsintan. Kemudian, dua lembaga perbankan, sembilan instansi pemerintah, dan 14 pelaku UMKM. “Acara akan dihadiri oleh 14 ribu petani yang terbagi dalam tujuh hari. Mulai hari ini (6/7) sampai 12 Juli nanti,” kata Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi.

Gertek 2026, lanjut Sukadi, merupakan salah satu program strategis Pemkab Kediri untuk mendukung swasembada pangan nasional. Sekaligus mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.

“Gertek jadi media percepatan penyampaian informasi teknologi pertanian, penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas petani serta mendorong transformasi pertanian menuju pertanian yang modern,” lanjut Sukadi.

TEKNOLOGI BARU: Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementan Tommy Nugraha (kiri) mencoba operasional pompa air menggunakan ponsel yang ikut dipamerkan dalam Gertek di Desa Bulusari, Tarokan kemarin. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
TEKNOLOGI BARU: Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementan Tommy Nugraha (kiri) mencoba operasional pompa air menggunakan ponsel yang ikut dipamerkan dalam Gertek di Desa Bulusari, Tarokan kemarin. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

Advertisement

Hadirnya perusahaan benih, pupuk, pestisida, perbankan, BUMN, hingga belasan UMKM di Gertek, menurut Sukadi sekaligus bisa jadi pembelajaran untuk para petani. Petani Kabupaten Kediri, terutama anak muda bisa melihat perkembangan teknologi pertanian terbau dan mengaplikasikannya.

“Petani juga bisa mendapat akses informasi pembiayaan dan peluang usaha untuk dikembangkan,” terang Sukadi sembari menyebut Gertek sengaja digelar di Tarokan sekaligus untuk mengenalkan potensi wilayah barat sungai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri M. Solikin yang kemarin menghadiri pembukaan Gertek mengatakan, Gertek jadi forum dan media yang mempertemukan petani, perguruan tinggi, pengusaha, industri, dan para pelaku di sektor pertanian. “(Gertek) bisa dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani agar pertanian lebih baik lagi,” ungkap Solikin.

Pemkab Kediri menurut Solikin selalu mendukung pelaksanaan Gertek. Sebab, acara tersebut bisa membuat para petani belajar teknologi terbaru di bidang pertanian. “Tahun ini skalanya lebih besar lagi. Selain dari Kabupaten Kediri juga ada kabupaten/kota lain yang diundang,” tandas Solikin. (ut/adv)

TEKNOLOGI BARU: Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementan Tommy Nugraha (kiri) mencoba operasional pompa air menggunakan ponsel yang ikut dipamerkan dalam Gertek di Desa Bulusari, Tarokan kemarin. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
TEKNOLOGI BARU: Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Kementan Tommy Nugraha (kiri) mencoba operasional pompa air menggunakan ponsel yang ikut dipamerkan dalam Gertek di Desa Bulusari, Tarokan kemarin. (Foto: Wahyu Adji/JPRK)

Kementan Apresiasi Inovasi Pertanian Pemkab Kediri

Pelaksanaan Gertek 2026 di Desa Bulusari, Tarokan kemarin diapresiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Tommy Nugraha yang kemarin membuka Gertek mengatakan, Gertek sangat dibutuhkan karena acara tersebut menjadi sinergi yang jelas antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan petani hingga penyebarluasan inovasi teknologi pertanian.

 “Gertek ini penting karena pembangunan pertanian butuh sinergi dari banyak pihak. Tujuan lainnya agar inovasi tidak berhenti di tahap penelitian saja, tapi bisa diterapkan oleh petani,” ungkap Tommy.

Advertisement

Artikel Terkait

683 Poktan Terima Benih Jagung Rp 19 M dari Pemkab Kediri, Dispertabun Pangkas Ongkos Tanam di 13 Ribu Hektare Lahan

683 Poktan Terima Benih Jagung Rp 19 M dari Pemkab Kediri, Dispertabun Pangkas Ongkos Tanam di 13 Ribu Hektare Lahan

Dengan bantuan benih gratis tersebut, ongkos tanam yang selama ini dianggap ‘mencekik’ petani bisa lebih ringan. 

Dispertabun Optimistis Bongkar Ratoon Lebih dari 7 Ribu Hektare, Intensifkan Koordinasi dengan PG, Lakukan Percepatan Juni Sampai Oktober

Dispertabun Optimistis Bongkar Ratoon Lebih dari 7 Ribu Hektare, Intensifkan Koordinasi dengan PG, Lakukan Percepatan Juni Sampai Oktober

Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah penghasil tebu nasional. Pascatanam perdana program bongkar ratoon bersama Gubernur Khofifah Indar Parawans

Dispertabun Kabupaten Kediri Menggandeng Produk UMKM Unggulan untuk Mengisi Stan Pameran di Festival Kuno Kini 2026

Dispertabun Kabupaten Kediri Menggandeng Produk UMKM Unggulan untuk Mengisi Stan Pameran di Festival Kuno Kini 2026

Melalui pembinaan kepada pelaku UMKM, Dispertabun berupaya mendorong produk pangan lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer