KEDIRI, JP Radar Kediri- Banjir yang menerjang beberapa kawasan di Kabupaten Kediri turut merugikan petani.
Pasalnya, luapan air juga merendam lahan persawahan. Bahkan, ada tiga hektare lahan yang dilaporkan gagal panen atau puso.
Untuk diketahui, beberapa bulan terakhir terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Pada Oktober lalu, tercatat ada 15 hektare lahan jagung di Desa Baye, Kayenkidul yang terendam banjir. Akibatnya, terjadi puso di beberapa lahan petani.
“Tanaman yang terdampak15 hektare di Baye. Tapi yang puso hanya 3 hektare,” jelas Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi melalui Kabid Pengelolaan Pangan Rini Pudyastuti.
Berikutnya, hujan deras dengan intensitas tinggi pada Minggu (16/11) lalu juga menyebabkan banjir di wilayah Manyaran,
Banyakan. Banjir juga merendam area persawahan sekitar. “Yang terendam 11,5 hektare,” jelas Rini.
Walau demikian, Rini mengatakan bahwa kondisi itu tidak menyebabkan kerusakan fatal pada tanaman. Melainkan hanya ambruk saja.
“Tidak terjadi puso,” jelasnya sembari menyebut dibandingkan tahun lalu, jumlahnya jauh lebih sedikit.
Terkait adanya puso, Rini mengaku bahwa pemkab tidak tinggal diam. Pihaknya telah menyiapkan bantuan benih padi.
Untuk tahun ini disiapkan bantuan benih padi sejumlah 100 hektare. “Banjir biasanya tanamnya padi,” jelasnya menyebut kenapa bantuan yang diberikan benih padi.
Tahun ini, pihaknya sudah mengalokasikan bantuan benih padi sejumlah 20 hektare. Yakni untuk kasus puso di Desa Baye, Kayenkidul. “Pemerintah turun memberikan benih padi untuk Desa Baye,” tandas Rini.
Seperti diberitakan, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri menyebut hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir terjadi akibat fenomena La Nina dan IOD (Indian Ocean Dipole) Negatif.
Beberapa hari ke depan, masih akan turun hujan deras tetapi tidak akan ekstrem seperti Minggu sore lalu. Melainkan hanya intensitas rendah dan sedang.
Editor : Andhika Attar Anindita