Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Beras Berkutu Hebohkan Kediri! Polisi Buru Produsen, 3 Ton Beras Murah Ludes Diserbu Warga

Hilda Nurmala Risani • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:20 WIB
Anggota polwan melayani masyarakat yang membeli beras SPHP dalam Gerakan Pangan Murah di area CFD Jalan Dhoho kemarin pagi.
Anggota polwan melayani masyarakat yang membeli beras SPHP dalam Gerakan Pangan Murah di area CFD Jalan Dhoho kemarin pagi.

JP Radar Kediri – Polisi masih melanjutkan penyelidikan soal beras berkutu yang ditemukan saat sidak (21/7) lalu. Mereka memanggil penjual dan produsen beras tersebut. Hanya saja, dua di antaranya belum memenuhi panggilan.

“Kami sudah memintai keterangan dari mulai penjual hingga produsen. Yang sudah hadir di antaranya tiga penjual dan satu produsen,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana saat dikonfirmasi melalui telepon.

Penjual yang dipanggil untuk proses penyelidikan adalah mereka yang menjual beras berkutu serta beras yang penomorannya tidak muncul di data badan pangan nasional (Bapanas).

Namun dari hasil penyelidikan ke penjual ini tidak ditemukan pelanggaran. Maka dari itu pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan ke produsen.

“Kalau dari penjual relatif aman. Produsen beras yang penomorannya tidak muncul di Bapanas, ternyata ketika dipanggil sudah ada nomor pendafatarannya,” imbuh bapak dari dua anak itu sembari menyebut jika pemeriksaan dilakukan minggu lalu.

Pemeriksaan ini juga masih berlangsung untuk dua produsen beras berkutu. Kebetulan, minggu lalu mereka masih berhalangan hadir untuk memenuhi panggilan kepolisian.

“Kami jadwalkan minggu ini hasil pemeriksaan sudah ada. Termasuk dua produsen beras berkutu yang minggu lalu belum bisa hadir memenuhi panggilan penyidik,” pungkasnya sembari menyebut jika produsen tersebut semua berasal dari luar kota.

Sementara itu, Polres Kediri Kota menggandeng Perum Badan urusan logistik (Bulog) cabang Kediri menyelenggarakan gerakan pangan murah (GPM) kemarin. Lokasinya di area car free day (CFD) Jalan Dhoho.

Berlangsung mulai pukul 06.00, lapak ini tidak pernah sepi pembeli. Masyarakat datang silih berganti memborong beras SPHP yang disediakan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, gerakan pangan murah ini mendapat atensi dari Mabes Polri. Bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras.

“Dari Polres Kediri Kota menggandeng Bulog cabang Kediri,” jelas AKBP Anggi.

Lebih jauh, AKBP Anggi menyebut GPM ini dilaksanakan karena beberapa alasan. Di antaranya yaitu memberikan harga murah kepada masyarakat, menstabilkan harga di pasar, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Masih menurut Anggi, polisi akan melibatkan anggota kepolisian yang ada di tingkat kelurahan. “Bhabinkabtimas dengan jajaran Polsek akan mendata dan menjadwalkan untuk melaksanakan gerakan pangan murah di masing-masing kelurahan. Jadi melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat di tingkat paling bawah tahu bahwa sedang ada program pemerintah terkait harga beras murah,” imbuhnya.

Dalam GMP ini, Polres Kediri Kota bersama Bulog menyediakan 3 ton beras. “Ini sudah hampir habis semuanya,” terang Harisun, pemimpin Perum Bulog Kediri.

Menurut Harisun, kegiatan GPM ini memberi keuntungan bagi masyarakat. Sebab harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Lebih rendah dibandingkan yang dijual di pasar.

“Harga beras di pasar masih tinggi. Tentu jika dibandingkan dengan beras SPHP ini selisihnya jauh. Beras SPHP per lima kilogramnya Rp 57 ribu. Sedangkan beras merk lain di pasaran per kilogramnya masih mencapai Rp 13 ribu,” bebernya.  

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#beras berkutu #Polresta kediri