Jika Bela, Giska harus kehilangan nyawa dan Hil terpaksa dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri hingga kemarin, tiga pria yang ikut pesta miras di AR Cafe, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri pada Jumat (1/8) malam lalu baik-baik saja. Hingga kemarin, Ri, ET, dan Bs yang mengonsumsi miras hingga pagi hari dalam kondisi sehat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana kemarin. “Jenis yang diminum sama tapi mereka baik-baik saja,” ungkap Cipto.
Karenanya, hingga kemarin polisi belum menyimpulkan penyebab keracunan yang menimpa Bela, Giska, dan Hil tersebut. Yakni, apakah tiga perempuan itu keracunan karena mengonsumsi miras di kafe, atau ada minuman lain yang dikonsumsi di luar kafe yang terletak di Desa Maron, Banyakan itu.
Lebih jauh Cipto menegaskan, kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda. Ada yang sekali minum miras langsung merasakan efeknya. Namun, ada juga yang tidak merasakan efek karena sudah terbiasa. Bahkan, Ri disebut-sebut kembali mengonsumsi miras pada Sabtu (2/8) malam.
“Makanya, kami masih melakukan pendalaman (penyebab intoksikasi miras),” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Terkait siapa pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden yang merenggut dua nyawa itu, Cipto mengaku belum bisa memastikannya. “Kami belum bisa menyimpulkan siapa yang paling bertanggung jawab. Masih belum,” bebernya.
Sementara itu, kepergian Giska meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. “(Giska) bukan korban. Sebab kalau korban pasti ada pelaku. Saya menganggap ini salah satu musibah,” ungkap salah satu pria kerabat Giska.
Sesuai keputusan keluarga, mereka juga menyatakan menolak pelaksanaan otopsi. Salah satu pertimbangannya terkait dengan syariat agama. Selain itu, dua anak korban juga tidak menyetujui jika dilakukan otopsi kepada jenazah ibunya.
Permintaan ini pun direspons pihak kepolisian. Dia mengaku senang karena polisi mengabulkan permintaan keluarga.
“Saya terima kasih dan apresiasi penuh terhadap polisi yang menghargai keputusan kami,” imbuh pria yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan itu.
Terkait penolakan otopsi juga dibenarkan oleh Cipto. Menurutnya, otopsi urung dilakukan karena keluarga menyatakan menolak. Sebagai gantinya, polisi sudah meminta rekam medis Bela dan Giska dari RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan.
Seperti diberitakan, setelah mengonsumsi miras hingga Sabtu (2/8) pagi, Bela mengeluhkan kondisi matanya yang kabur dan kepalanya pusing. Dia langsung dibawa ke RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan oleh temannya dan dinyatakan meninggal pukul 08.59 Minggu (3/8).
Kemudian, pukul 04.00 Minggu (3/8) giliran Giska yang dibawa ke RS Ahmad Dahlan. Dia dirawat di intensive care unit (ICU) karena dalam kondisi tidak sadarkan diri. Perempuan asal Gampengrejo, Kabupaten Kediri itu meninggal pukul 22.30 kemarin (3/8)/.
Sedangkan Hil yang hingga kemarin masih dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, kondisinya membaik. Perempuan yang menempati ruang Mekkah itu dalam kondisi sadar. (*)
Editor : Mahfud