KEDIRI, JP Radar Kediri- Masyarakat di sekitar Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri dibuat gempar pada Minggu dini hari (18/5).
Mereka digegerkan dengan tawuran dua kelompok pemuda. Saat digeledah polisi mendapati bekas botol berbau alkohol di dalam jok motor. Juga beberapa kaus perguruan pencak silat.
Berdasarkan data yang dihimpun, tawuran antarkelompok itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Kisruh dimulai saat ada rombongan premotor yang berjalan dari arah selatan.
Lalu, setibanya di depan sebuah angkringan di timur Jalan Panglima Sudirman, mereka terlibat cekcok.
“Entah mereka saling mengejek atau bagaimana sempat terjadi cek cok antar kedua belah pihak,” jelas Kabag Ops Polres Kediri Kota AKP Iwan Setyo Budhi.
Tawuran berlangsung sekitar 30 menit. Massa berjumlah sekitar 40 pemuda itu saling baku hantam.
Arus lalu lintas menjadi macet akibat ulah dua kelompok tidak bertanggung jawab tersebut. “Sempat saling pukul,” ucap perwira dengan tiga balok emas di Pundak tersebut.
Masyarakat yang terganggu dengan kejadian tersebut langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.
Petugas di Pos Polisi Sumur Bor yang dekat dengan tindak kejadian perkara (TKP) langsung berusaha melerai. Namun, massa tawuran lebih banyak jumlahnya.
Petugas jaga akhirnya menghubungi pleton siaga untuk menambah pasukan pengamanan. Iwan beserta anggotanya langsung meluncur ke TKP.
Sayangnya, setiba di lokasi kelompok pemuda bermotor itu sudah kabur duluan. “Kami melakukan penyisiran hingga ke wilayah timur namun hasilnya nihil,” tuturnya.
Sementara itu, petugas juga memeriksa jok sepeda motor kelompok pemuda yang berada di angkringan.
Ada belasan kendaraan roda dua yang diperiksa. Tidak ada senjata tajam (sajam) atau benda berbahaya lain yang ditemukan. Pun dengan minuman keras (miras).
Namun, Iwan dan anggotanya mendapati ada botol bekas minuman keras di salah satu jok sepeda motor.
Meski isinya kosong tetapi bau alkohol masih tercium. Selain itu, petugas juga menemukan kaus perguruan pencak silat di beberapa kendaraan tersebut.
“Perkiraan ya anak-anak sekitar sini saja. Setelah kami beri pembinaan langsung kami suruh pulang ke rumah masing-masing,” papar Iwan.
Sementara itu, Doni salah satu warga sekitar membenarkan adanya kejadian tawuran tersebut. “Betul sekitar pukul 01.00 saya mendengar suara orang ribut. Ketika melihat keluar rumah sudah ada pihak kepolisian yang melerai,” ucapnya.
Menurut Doni, di sepanjang jalan tersebut memang dipenuhi anak muda saat malam hari. Itu karena banyak angkringan dan penjual kopi di trotoar.
“Justru semakin malam di sini semakin ramai orang. Tetapi kejadian tawuran ini ya baru terjadi pertama kali,” tandasnya.
Atas peristiwa tersebut dia berharap tidak terulang kembali. Selain meresahkan, juga mengancam keselamatan warga sekitar.
Editor : Andhika Attar Anindita