KEDIRI, JP Radar Kediri- Temuan kasus chikungunya terus bertambah di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren.
Pendataan hari kedua kemarin, tim surveilans Puskesmas Pesantren 1 kembali mendapat temuan.
Dua orang yang terjangkit dari dua RT kemarin menambah daftar 9 orang yang sudah terdata sebelumnya.
Penularan chikungunya relatif cepat dibandingkan demam berdarah dengue (DBD). Meski sama-sama ditularkan melalui nyamuk Aedes sebagai vektornya, virus penyebab DBD dan chikungunya berbeda.
“Makanya tingkat keganasannya juga berbeda,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Muhammad Fajri Mubasysyir melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hendik Suprianto.
Cepatnya penularan juga tak lepas dari faktor mobilitas masyarakat. Termasuk beberapa hari ini. Saat momentum libur panjang akhir tahun.
Menurut Hendik, hal itu juga terkait perjalanan. “Misalnya ada satu orang dari daerah mana, kena di daerah luar kota, terus pulang. Di sini digigit nyamuk akhirnya ditularkan ke orang lain lewat nyamuk,” terang Hendik.
Dengan begitu, pihaknya mengimbau masyarakat menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sebagaimana DBD yang bisa dicegah.
Seperti menguras, menutup, dan menimbun (3M). Dengan begitu, timbulnya sarang nyamuk di lingkungan warga bisa diminimalisasi. “Biar nggak ada nyamuk sebagai vektor yang menularkan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, penyakit chikungunya terancam merebak di beberapa wilayah di Kota Kediri.
Itu setelah muncul beberapa warga yang mengeluhkan demam disertai nyeri di persendian hingga sulit berjalan di Kelurahan Blabak.
Tim surveilans dari Puskesmas Pesantren 1 bersama unsur kelurahan melakukan pendataan pada Kamis (2/1) lalu.
Hasilnya, sembilan orang dari lingkungan yang sama terjangkit Chikungunya. Dengan penambahan dua kasus kemarin, total sudah ada 11 kasus di sana.
Untuk diketahui, selama 2024 lalu, chikungunya di Kota Kediri mencapai 103 kasus. Kasus mulai ditemukan pada bulan Maret hingga Mei 2024 atau selama musim penghujan. Karenanya, penyakit serupa harus diwaspadai masyarakat di musim penghujan 2025 ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita