“Saat kebakaran, orangnya nggak pas di sana,” ujar Kepala UPT Pemadam Kebakaran Fanni Eryanto.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Fanni itu menuturkan bahwa warga yang melapor yakni bernama Rudi Santoso. Laporan itu masuk sekitar pukul 11.42. Lalu sekitar pukul 11.54, petugas mulai melakukan penanganan di lokasi kebakaran.
“Api dapat dipadamkan kurang lebih setengah jam,” terangnya.
Kemudian, untuk pemadaman kemarin diturunkan dua unit mobil pemadam. Lalu, akibat insiden kemarin, kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp 10 juta rupiah. Beruntungnya, tidak ditemukan adanya korban jiwa atau pun luka-luka.
Sementara, luas lahan tebu yang dikelola oleh Yasin itu seluas kurang lebih 100 ru. Kemudian, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 80 ru. “Benar sekitar 80 persen yang terbakar. Karena tadi waktu sampai sudah meluas,” jelas Fanni.
Terkait dengan penyebab kebakaran, Fanni menuturkan api diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak dilakukan pengawasan. Apalagi, pembakaran itu dilakukan di sebelah lahan tebu.
Selain di Kota Kediri, warga Dusun Plosokerep Desa Dungus Kecamatan Kunjang juga dihebohkan dengan kebakaran yang terjadi di Dusun Sidomulyo Desa Pucangro Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Warga kediri itu ramai lantaran lokasi kebakaran merupakan daerah perbatasan.
Sutini, 60, warga Desa Dungus yang saat itu sedang duduk bersantai dengan sepupunya yang bernama Zuliati, 52, tiba-tiba melihat kepulan asap di rumah Suripto. Rumah tersebut berseberangan dengan rumah Zuliati, namun sedikit berada di sebelah timur.
“Zul, kok enek asap,” ucap Sutini pada Zuliati.
Saat itu, Zuliati menjawab dengan gampangnya bahwa kemungkinan asap itu berasal dari pembakaran sampah yang biasa dilakukan di rumah Suripto. Namun, Sutini melihat kepulan asap itu semakin membesar dan yakin bahwa itu adalah kebakaran.
“Saya langsung lari teriak kebakaran. Waktu itu juga bareng sama pemilik rumahnya keluar teriak kebakaran,” beber Sutini.
Kedua wanita itu pun menjadi panik. Apalagi, Zuliati langsung terlihat lemas lantaran takut kebakaran itu menjalar ke rumahnya. Lantas, warga sekitar juga menjadi ramai. Bahkan, mereka menyebut, warga yang datang menyaksikan seperti halnya sedang menonton pertunjukan.
“Yo ramai Mbak, kayak enek tontonan,” jelasnya.
Terpisah, F Huda Azari, salah satu petugas dari PMK Pare membenarkan bahwa memang terdapat kebakaran di Kabupaten Jombang yang ditangani kemarin. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.40 di sebuah rumah warga. Namun, kebakaran tersebut terjadi di bagian gudang, yang berisi barang-barang seperti ember dan talang plastik.
“Iya tadi masuk Jombang. Yang telfon ke sini tadi dari warga,” terang pria yang kerap disapa Huda itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah