Kuis Tak Selalu soal Nilai, Bisa Jadi Bagian dari Proses Belajar

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi lembar kuis dalam kegiatan pembelajaran. Kuis dapat digunakan untuk membantu melihat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Foto: freepik
Ilustrasi lembar kuis dalam kegiatan pembelajaran. Kuis dapat digunakan untuk membantu melihat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Foto: freepik

JP Radar Kediri - Kuis sering dianggap sebagai salah satu bentuk penilaian dalam pembelajaran. Siswa menjawab sejumlah pertanyaan, kemudian hasilnya digunakan untuk melihat seberapa banyak materi yang berhasil dipahami.

Namun, kuis tidak selalu harus digunakan untuk menghasilkan nilai. Pertanyaan singkat yang diberikan sebelum, selama, maupun setelah pembelajaran juga dapat membantu siswa mengingat kembali materi dan membantu guru melihat bagian yang masih perlu dijelaskan.

Baca Juga: Dari Belajar di Rumah hingga Kelas Darurat, Begini Pendidikan Berjalan Pasca Gempa Flores

Membantu Mengingat Kembali Materi

Ketika menjawab kuis, siswa perlu mencoba mengambil kembali informasi yang sebelumnya telah dipelajari. Proses mengingat tanpa langsung melihat catatan ini sering dikenal sebagai retrieval practice.

Kegiatan tersebut berbeda dengan sekadar membaca ulang materi. Siswa mencoba menemukan jawaban dari ingatan terlebih dahulu sehingga dapat mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih sulit diingat.

Kuis singkat dapat berisi beberapa pertanyaan mengenai materi pada pertemuan sebelumnya. Dengan begitu, siswa memiliki kesempatan untuk mengaktifkan kembali pengetahuan sebelum menerima pembahasan berikutnya.

Guru Bisa Melihat Pemahaman Siswa

Hasil kuis juga dapat memberikan gambaran mengenai pemahaman siswa. Jika banyak siswa keliru pada pertanyaan yang sama, bagian tersebut dapat menjadi tanda bahwa materi perlu dijelaskan kembali atau diberikan contoh tambahan.

Baca Juga: 17 Tahun Konsisten Beri Apresiasi, BRI Berikan Dana Pendidikan bagi Paskibraka Tingkat Pusat

Kuis karena itu tidak harus selalu dilakukan pada akhir pembelajaran. Guru dapat memberikannya di awal maupun di tengah kegiatan untuk melihat perkembangan pemahaman siswa.

Pertanyaannya pun tidak harus banyak. Beberapa soal singkat dapat digunakan untuk mengetahui apakah konsep utama sudah dipahami sebelum pembelajaran dilanjutkan ke materi berikutnya.

Tidak Harus Selalu Menjadi Nilai

Jika setiap kuis selalu memiliki konsekuensi nilai yang besar, siswa dapat lebih berfokus pada hasil dibandingkan proses memahami materi. Karena itu, kuis juga dapat digunakan sebagai kegiatan dengan risiko rendah atau low-stakes.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kediri Hari Ini 28 Agustus 2026 Ikut Turun?

Dalam bentuk tersebut, hasil kuis lebih banyak digunakan sebagai umpan balik. Kesalahan tidak hanya menunjukkan jawaban yang keliru, tetapi dapat membantu siswa mengetahui materi yang perlu dipelajari kembali.

Guru juga dapat membahas jawaban setelah kuis selesai. Pembahasan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk mengetahui alasan sebuah jawaban benar atau salah.

Kuis Tetap Perlu Dirancang Sesuai Tujuan

Penggunaan kuis tidak otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Pertanyaan tetap perlu sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai.

Kuis yang terlalu sering, terlalu sulit, atau diberikan dengan tekanan tinggi juga dapat membuat kegiatan tersebut terasa sebagai tambahan beban. Karena itu, jumlah soal, waktu pengerjaan, serta cara hasilnya digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi pembelajaran.

Baca Juga: Belanja Makin Meriah di Shopee 9.9 Super Shopping Day dengan Deretan Promo dan Beragam Keseruan Baru

Bentuk kuis juga dapat dibuat beragam. Guru dapat menggunakan pertanyaan lisan, pilihan ganda, kuis digital, maupun beberapa pertanyaan singkat yang dikerjakan secara individu atau bersama-sama.

Pada akhirnya, kuis tidak hanya dapat digunakan untuk menentukan nilai siswa. Kegiatan sederhana ini juga dapat membantu siswa mengingat materi sekaligus memberikan gambaran kepada guru mengenai perkembangan pemahaman di kelas.

Ketika digunakan sebagai bagian dari proses belajar, kuis dapat menjadi ruang untuk mencoba, melakukan kesalahan, dan mengetahui materi apa yang masih perlu dipelajari kembali.

Editor : Shinta Nurma Ababil
penilaian siswa pembelajaran guru