Tempat Duduk di Kelas, Apakah Bisa Memengaruhi Keterlibatan Siswa?

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:00 WIB

 

Ilustrasi susunan tempat duduk di ruang kelas. Posisi dan tata letak kursi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi interaksi dan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Foto: freepik
Ilustrasi susunan tempat duduk di ruang kelas. Posisi dan tata letak kursi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi interaksi dan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Foto: freepik

JP Radar Kediri - Tempat duduk menjadi bagian sederhana dalam kegiatan belajar di kelas. Namun, posisi siswa selama pembelajaran ternyata dapat ikut memengaruhi cara mereka mengikuti penjelasan, berinteraksi, maupun terlibat dalam kegiatan kelas.

Siswa yang duduk di bagian depan, misalnya, biasanya memiliki jarak yang lebih dekat dengan guru dan papan tulis. Posisi tersebut dapat membuat perhatian lebih mudah diarahkan pada materi yang sedang dibahas.

Baca Juga: Profil Istri Gubernur Kalteng, Aisyah Thisia yang Panen Kritik Warganet di Tengah Karhutla

Sementara itu, siswa yang duduk di bagian belakang tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Namun, jarak yang lebih jauh dari guru maupun sumber visual dapat membuat pengalaman belajar terasa berbeda, terutama jika ruang kelas cukup besar.

Posisi Duduk Bisa Memengaruhi Interaksi

Kedekatan dengan guru dapat membuat siswa lebih mudah bertanya maupun memberikan respons ketika pembelajaran berlangsung. Guru juga lebih mudah melihat ekspresi atau reaksi siswa yang berada di area depan kelas.

Namun, tempat duduk bukan satu-satunya faktor yang menentukan keterlibatan siswa. Kepercayaan diri, minat terhadap materi, cara guru mengajar, hingga suasana kelas juga dapat memengaruhi seberapa aktif seseorang selama pembelajaran.

Baca Juga: Cara Cek PIP 2026 Lewat SIPINTAR, Siapkan NISN dan NIK

Siswa yang duduk di belakang bukan berarti selalu kurang memperhatikan. Begitu pula siswa yang memilih duduk di depan belum tentu selalu lebih aktif dalam mengikuti pelajaran.

Susunan Kursi Juga Punya Peran

Tidak hanya posisi depan atau belakang, susunan kursi dapat memengaruhi pola interaksi di dalam kelas. Susunan kursi berjajar biasanya membuat perhatian lebih banyak diarahkan ke depan, terutama ketika guru sedang menjelaskan materi.

Untuk kegiatan diskusi, kursi dapat disusun membentuk kelompok kecil agar siswa lebih mudah berkomunikasi. Susunan berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran juga dapat digunakan ketika pembelajaran membutuhkan interaksi yang lebih banyak.

Baca Juga: Ramai Protes Desil 6-10, Menteri Keuangan Purbaya Buka Suara

Karena itu, tata ruang kelas dapat disesuaikan dengan aktivitas yang akan dilakukan. Susunan yang cocok untuk kegiatan ceramah belum tentu menjadi pilihan terbaik ketika siswa perlu berdiskusi atau mengerjakan proyek bersama.

Tempat Duduk Bukan Penentu Utama

Posisi duduk memang dapat membantu menciptakan kondisi belajar tertentu, tetapi tidak secara otomatis menentukan hasil belajar seseorang. Siswa tetap membutuhkan materi yang jelas, kegiatan yang menarik, serta kesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran.

Guru juga dapat mengurangi perbedaan pengalaman antar posisi dengan bergerak ke berbagai bagian kelas. Interaksi tidak hanya perlu terjadi dengan siswa yang berada di barisan depan.

Rotasi tempat duduk juga dapat menjadi pilihan agar siswa mendapatkan pengalaman belajar dari posisi yang berbeda. Cara ini dapat membantu mengurangi kebiasaan kelompok tertentu selalu berada di bagian yang sama.

Baca Juga: Konsisten Dukung Ekonomi Kerakyatan, Direktur Utama BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Pada akhirnya, tempat duduk merupakan salah satu bagian dari lingkungan belajar yang dapat memengaruhi pengalaman siswa di kelas. Pengaruhnya tetap bergantung pada cara pembelajaran berlangsung dan bagaimana ruang kelas digunakan.

Mengatur tempat duduk sesuai kebutuhan kegiatan dapat membantu menciptakan kelas yang lebih interaktif. Bukan soal siapa yang duduk paling depan atau paling belakang, tetapi bagaimana setiap siswa tetap memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses belajar.

Editor : Shinta Nurma Ababil
belajar siswa ruang kelas guru