Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Minim Pendaftar, Dua SD Negeri di Kediri Hanya Mendapat Dua Siswa, Ini Sekolahnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 02:17 WIB
Suasana SPMB di SDN 1 Simbar, Plosoklaten. (Foto Himalaya Azzahra)
Suasana SPMB di SDN 1 Simbar, Plosoklaten. (Foto Himalaya Azzahra)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Kediri berakhir Kamis (18/6) lalu.

Namun, hingga penutupan pendaftaran, masih ada sejumlah sekolah yang pendaftarnya minim. Bahkan, dua sekolah masing-masing baru mendapat dua murid saja.

         Dua SD yang jumlah murid barunya hanya dua anak itu masing-masing SDN Simbar 1 di Kecamatan Plosoklaten, dan SDN Mojosari 1 di Kecamatan Kras. Meski jumlah siswanya sangat minim, pihak sekolah mengaku tetap bersyukur.

Panitia SPMB SDN Simbar 1 Alvian Ardinata, dua pendaftar tersebut tetap lebih baik dibanding capaian SPMB tahun lalu. Sebab, tahun 2025 silam mereka justru tidak mendapat murid sama sekali.

 “Alhamdulillah sampai saat ini sudah mendapat dua siswa baru,” ujarnya.

Lebih jauh Alvian mengatakan, tahun 2025 lalu ada satu anak yang daftar ke sana. Namun, usia calon siswa saat itu belum memenuhi syarat minimal masuk kelas satu SD.

“Usianya masih lima tahun delapan bulan, kurang empat bulan dari syarat minimal. Jadi tetap kami terima belajar, tetapi belum bisa masuk data siswa baru,” terangnya.

Karena usia anak tersebut sekarang sudah memenuhi syarat minimal, namanya dimasukkan dalam data peserta didik baru tahun ini.

Baca Juga: Ribuan Pelajar Tersingkir dari Tahap II SPMB SMA/SMK Kota Kediri, Siswa Masih Bisa Daftar Jalur Prestasi Akademik

Adapun satu siswa lainnya merupakan pendaftar baru yang masuk di SPMB 2026 ini. “Jadi ada dua yang daftar,” jelasnya.

          Terkait minimnya anak yang mendaftar, menurut Alvian bukan karena rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Melainkan karena jumlah penduduk di sekitar sekolah yang memang sangat sedikit.

Dusun Simbarlor yang menjadi wilayah layanan sekolah itu hanya dihuni sekitar 35 kepala keluarga. Selain itu, lokasi permukiman juga berada cukup jauh dari jalan utama.

“Memang kampungnya kecil dan terpencil. Dari jalan raya sekitar empat sampai lima kilometer. Jadi bukan karena sekolahnya tidak diminati, tetapi memang jumlah anak usia sekolah sangat sedikit,” bebernya.

          Jika tahun ini ada dua siswa, menurutnya tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan tidak mendapat siswa sama sekali. Sebab, di sana memang tidak ada anak yang memasuki usia sekolah dasar.

          Terpisah, Kepala SDN Mojosari 1 Alvi Na’imah yang juga hanya mendapat dua siswa menyebut hasil itu juga sudah lebih baik. Sama dengan SDN Simbar 1, tahun 2025 mereka sama sekali tidak mendapat murid baru.

 “Tahun lalu tidak ada pendaftar. Alhamdulillah tahun ini ada dua,” elasnya.

          Minimnya jumlah siswa di sana menurut Alvi karena adanya dua madrasah ibtidaiyah (MI) yang lokasinya berdekatan dengan sekolah.

Masing-masing berjarak satu kilometer dan 500 meter dari sekolah. Masyarakat pun lebih memilih menyekolahkan anaknya di lembaga berbasis agama tersebut.

          Untuk menarik minat masyarakat, menurutnya sekolah juga sudah memperkuat dengan program pembiasaan keagamaan .

Mulai salat dhuha, hafalan surat pendek, serta baca tulis Alquran. Bahkan, mereka juga sudah memberikan berbagai fasilitas gratis.

Di SPMB tahun ini, sekolah menyiapkan seragam, tas, alat tulis sekolah, hingga tabungan bagi siswa baru. Seluruh biaya pendidikan juga digratiskan.

Baca Juga: SPMB di Sekolah Lereng Gunung Kediri Sepi Peminat, Jelang Penutupan Pendaftaran Baru Dapat 7 Siswa

“Program sekolah terus kami perbaiki. Kami juga memberikan gratis seragam, tas, alat tulis, tabungan, dan biaya sekolah gratis,” jelasnya.

          Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyebut, pihaknya mempersilakan sekolah yang kekurangan murid untuk membuka pendaftaran offline. Pendaftaran bisa dibuka sampai sebelum tahun ajaran 2026/2027 dimulai.

Dengan mekanisme tersebut, jumlah siswa di sekolah-sekolah yang masih minim pendaftar masih berpotensi bertambah sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Untuk diketahui, hingga Kamis lalu, total anak yang mendaftar di berbagai jenjang sekolah negeri di Kabupaten Kediri mencapai 24.293 peserta. Rinciannya, jenjang SMP sebanyak 13.261 pendaftar, SD 10.974 pendaftar. Adapun untuk TK ada 58 pendaftar.

Editor : Andhika Attar Anindita
#minim pendaftar #pelosok #kecamatan kras #spmb #kecamatan plosoklaten