
KEDIRI, JP Radar Kediri - Sikap seneng main tangan kuwi angel diperbaiki. Meskipun dengan bojone yen wes menjadi tabiat bakale angel berubah. Apese bisa menjadi samsak ketika deweke mengamuk.
Seperti kisah Yu Minthul dan Kang Dalbo kali ini. Warga salah satu desa neng Kecamatan Kota, Kota Kediri ini akhirnya menggugat cerai bojone, Kang Dalbo.
Penyebabe, merga sing lanang gampang mara tangan alias ngaplokan. Ora terima mara tangan kadang opo wae barang neng cedake melu melayang. Bahkan, garai awake lebam-lebam.
“Jane aku bojone opo samsake. Awakku rasane babak belur musuh bojoku dewe. Yen diterusne ujunge aku sing berakhir ngenes,” gerutu Yu Minthul.
Keinginan pegatan kuwi sebenere wis suwe. Sebab, tabiat Kang Dalbo pancen ora pantes ditiru. Yen emosi, gampang main tangan. Ngeplaki bojone lan banting barang. Ora peduli harganya mahal dan sangat langka.
“Awale tak biarkan tabiat buruk bojoku kuwi. Aku ora berani melawan. Tapi pas kumpul keluarga wong tuwaku notice yen ada lebam di beberapa bagian tubuhku,” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Awalnya Yu Minthul tak berani jujur. Karena jika langsung menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pasti orang tua langsung menyuruhnya untuk cerai. Padahal ada dua dua anak perempuan yang masih kecil-kecil. Yang membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.
Seiring berjalannya waktu, sikap kasar Kang Dalbo semakin menjadi-jadi. Dia tega menghajar anaknya ketika bersalah. Ora peduli masih kecil dia tetap tega memukulnya. Inilah yang melatarbelakangi Yu Minthul untuk njaluk pegatan.
“Aku wedi yen anakku trauma merga nyawang kelakuan bapake. Amit-amit yen mbesuk deweke tumbuh menjadi orang yang kasar,” ujarnya.




