JP Radar Kediri- Hasil seleksi jalur terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jatim diumumkan kemarin. Pengumuman jalur nilai prestasi akademik SMK itu sekaligus mengakhiri proses seleksi SMA/SMK negeri di Jatim.
Hasilnya, ada ribuan siswa di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri yang gagal masuk ke SMK negeri. Mereka dinyatakan tak lolos dalam SPMB jalur nilai prestasi akademik.
Namun, mereka diminta tak khawatir. Sebab, seluruh SMK swasta masih membuka pendaftaran.
“Sekarang ini masyarakat bisa memilih alternatif sekolah di luar sekolah negeri,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMK Sidik Purnomo.
Sidik menegaskan, banyaknya siswa yang tak lolos SPMB sekolah negeri adalah wajar. Daya tampung sekolah milik pemerintah jauh lebih sedikit dibanding lulusan SMP atau MTs se-Kediri Raya.
Soal kualitas, Sidik menjamin sekolah-sekolah partikelir tersebut tak kalah dengan milik pemerintah. “Di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri banyak sekolah swasta yang kualitasnya juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah negeri,” tegas Sidik.
Kualitas tersebut mulai dari sarana dan prasarana pendidikan hingga sumber daya manusia. Hal seperti itu yang dimiliki oleh 21 SMK swasta di Kota Kediri dan 52 lagi di Kabupaten Kediri. Seluruhnya, menurut Sidik, masih membuka pendaftaran.
“Mangga (silakan, Red) memilih berdasarkan pertimbangan masing-masing. Apakah dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal ke sekolah atau bagaimana. Yang jelas masyarakat banyak pilihan,” urai Sidik.
Selain itu, dia memastikan seluruh sekolah swasta juga tetap menerima bantuan operasional sekolah (BOS). Baik yang berasal dari Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah.
“Akreditasi sekolah swasta sekarang juga banyak yang sudah unggul, (akreditasi) A. Sedangkan di sekolah negeri juga A. Artinya alat ukurnya kan sama dalam hal akreditasi,” tandasnya.
Terkait biaya sekolah swasta yang kerap dikeluhkan mahal, Sidik mengatakan banyak sekolah swasta yang menawarkan beasiswa. Hal itu diketahui melalui pengumuman dari masing-masing sekolah.
“Bahkan ada sekolah swasta yang menawarkan gratis semuanya. Baik itu. Ada juga yang memberi bantuan beasiswa, subsidi berupa keringanan, bantuan seragam juga ada,” urai Sidik.
Karena itulah pihaknya mendorong siswa maupun orang tua (ortu) tidak ragu untuk berkomunikasi dengan sekolah. Termasuk mencari informasi terkait pelaksanaan pendidikan di sana.
“Yang penting jangan sampai tidak sekolah. Itu komitmen kita,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kemarin setelah pengumuman, banyak siswa yang langsung menuju ke sekolah untuk memproses daftar ulang. Di jalur terakhir itu, total siswa yang lolos sesuai pagu mencapai 3.115 siswa. Rinciannya, 1.227 siswa tersebar di tiga SMK negeri di Kota Kediri. Sedangkan sisanya tersebar di enam SMK negeri di Kabupaten Kediri.
Sedangkan total pendaftar di seluruh Kota dan Kabupaten Kediri mencapai lebih dari 5.700 siswa. Artinya, masih ada ribuan siswa yang terlempar dari SMK negeri dan harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. (*)
Editor : Mahfud