Oleh Abdullah Muzi Marpaung
Tolonglah ku ingin juga jadi beken (Edane, Jadi Beken, 2010)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbaru, beken dikategorikan sebagai ragam cakapan—kata yang digunakan dalam ragam takbaku—dengan arti "terkenal" atau "masyhur." Dari mana kata beken berasal? Telaah terhadap berbagai kamus lama menunjukkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Belanda, bekend.
Pada kamus-kamus Belanda-Melayu yang terbit dari abad ke-18 hingga awal abad ke-20, bekend banyak dijumpai baik sebagai kata tunggal, kata turunan seperti bekende dan bekennen, maupun dalam bentuk gabungan seperti alom bekend, algemeen bekend, bekendmaker, bekendmaking, dan bekend maken. Tidak kurang dari sepuluh kamus yang memuat kata-kata tersebut, antara lain kamus Werndley (1736), Eysinga (1855), Pijnappel (1863), van der Tuuk (1877), Klinkert (1901), Akkerman (1910), Visser (1913), van Ronkel (1926), Ridderhof (1935), dan Lameijn (1938).
Kamus paling tua yang berhasil ditelusuri dan memuat kata bekend ialah kamus Werndley (1736). Dalam kamus tersebut, bekend diterjemahkan sebagai "nyata." Pada kamus-kamus berikutnya bekend diartikan sebagai "maklum," "kenal," "tahu," atau "mengetahui." Kata bekende berarti "kenalan," "dikenal," atau "terkenal." Kata bekennen berarti "mengaku." Sementara itu, bekend maken atau bekendmaken memiliki arti "mengabarkan," "memaklumkan," "mengumumkan," "menakrifkan," "menyemboyankan," "mencanangkan," "memberi tahu," atau "kasih tahu." Kata bekendmaker berarti "pemberita" atau "orang yang memberi tahu." Alom bekend berarti "dikenal secara luas," "ketahuan di mana-mana," "tenar," atau "masyhur." Kata bekendmaking berarti "pemberitahuan" atau "pemberitaan." Algemeen bekend berarti "diketahui umum" atau “tenar.” Bekendstaan berarti "ketahuan," sedangkan alom bekendmaken berarti "memasyhurkan" atau "menyerantakan."
Tampaknya terjadi sedikit pergeseran makna. Bekend, yang awalnya bermakna "maklum," "kenal," atau "tahu," diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi beken, yang lebih dekat dengan arti "terkenal" atau "masyhur"—makna yang dalam bahasa Belanda sebelumnya dinyatakan dengan alom bekend atau algemeen bekend. Walaupun tidak dapat dipastikan kapan tepatnya kata beken mulai digunakan dalam bahasa Indonesia, keberadaannya telah lama terdengar dalam percakapan sehari-hari. Namun, hingga setidaknya tahun 2008, kata ini belum tercantum dalam kamus bahasa Indonesia. Hingga kini, meskipun telah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, beken masih dikategorikan sebagai ragam cakapan.
Abdullah Muzi Marpaung
Lahir di Bintan tahun 1967. Sekarang ia adalah dosen teknologi pangan Universitas Swiss German yang mengampu beberapa mata kuliah unik, yaitu Antropologi Pangan dan Teknologi Pengolahan Makanan Tradisional Indonesia. Ia juga memiliki minat yang tinggi terhadap bahasa dan sastra Indonesia dan merupakan narasumber Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk penyusunan istilah Ilmu dan Teknologi Pangan. Artikel-artikelnya terkait bahasa, makanan tradisional Indonesia, dan karya sastranya baik puisi maupun cerita pendek telah dimuat di sejumlah media massa.